2017, Honor GTT K2 Rp 750 ribu

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Tenaga honorer dan guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tampaknya, harus bersabar untuk bisa menerima gaji yang layak. Karena usulan Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk menaikan gaji mereka sebesar Rp 1 juta dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja (P-APBD) 2016 tidak disetujui.

Meskipun demikian, gaji GTT dan honorer dipastikan naik dari Rp 500 ribu menjadi RP 750 ribu pada tahun 2017 mendatang.

“Kenaikan gaji tersebut khusus pegawai K2 atau pegawai yang telah diangkat per 1 Januari 2005 silam,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban, Tri Astuti, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (6/8/2016).

Menurutnya, nominal gaji GTT yang diusulkan dewan sudah realistis mengingat besarnya tanggung jawab untuk mendidik generasi penerus Bumi Wali (sebutan lain kabupaten tuban) di masa mendatang. Dewan berharap walaupun hanya teralisasi Rp 750 ribu, tetap disyukuri sebab anggaran APBD juga minim.

Dalam usulannya, dewan menyinggung soal biaya hidup layak GTT maupun PTT di Tuban. Realitanya masih banyak pegawai yang penghidupannya jauh dari kecukupan dengan gaji Rp 500 ribu. Kondisi akan semakin sulit ketika pegawai tersebut tidak memiliki profesi sampingan untuk menunjang nafkah keluarganya.

Baca Juga :   Banyak Media Termakan Jargonya Sendiri

“Usulan kenaikan gaji yang layak untuk mendorong pemkab lebih memperhatikan nasib GTT dan PTT,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban, Sutrisno tidak menampik apabila honor Rp 500 ribu belum dikatakan cukup. Meskipun demikian pemkab berkomitmen menambah gaji GTT K2 Rp 250 ribu.

“Tahun depan ada 383 GTT yang dianikan insentifnya,” sambungnya.

Dipaparakan pula bahwa dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini belum memungkinkan menaikan gaji GTT Tuban. Pihaknya meminta rekan pendidik untuk bersabar sebentar hingga honornya meningkat.

Disamping itu pasca kenaikan insentif GTT, pemkab meminta pendidik untuk meningkatkan kualitas dan kinerjanya untuk mencerdaskan putra Tuban. Sebab kemajuan Bumi Wali di era industrialisasi dan modernisasi salah satunya menjadi tanggung jawab pendidik.

“Kuncinya tetap bertanggungjawab dan profesional menjalankan tugasnya,” pungkasnya.(aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *