SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Puluhan nelayan tradisional di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bulan ini berencana menggelar aksi turun jalan di Jalur Dandeles menuju stasiun pipa milik operator migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Aksi kesekian kalinya ini untuk menuntut kejelasan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang belum terealisasi sejak tahun 2015.
“Kami akan menggelar aksi turun jalan menuntut realisasi CSR 2015,†tegas Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Sukarji, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Desa Keradenan, Kecamatan Palang, Sabtu (6/8/2016).
Pihaknya sudah gerah dengan janji dari operator. Karena seluruh administrasi kelangkapan realisasi CSR sudah diserahkan.
Apabila CSR 2015 terus ditunda, HNSI akan mengerahkan nelayan dari 8 desa di Kecamatan Palang mulai Desa Karangagung hingga Desa Panyuran.
“Ini bukan ancaman tetapi pihak operator sulit diajak komunikasi,†tandasnya.
Sejak pertengahan tahun 2015 lalu nelayan Palang sudah bersabar, dan memahami kalau proses realisasi membutuhkan waktu lama. Tetapi hingga pertengahan 2016, CSR yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.
“Sesuai pengajuan nelayan dijanjikan menerima bantuan jaring dan tambat labuh dari perusahaan,†tambahnya.
Sebelumnya pihak JOB PPEJ berjanji memberikan bantuan tersebut paling lambat bulan Desember 2015, namun sampai pertengahan tahun 2016 belum ada kejelasan dari perusahaan.
Bantuan CSR tersebut sebagai ganti rugi atas jaring nelayan yang tersangkut pipa JOB PPEJ beberapa waktu lalu. Sedangkan tambat labuh berfungsi melindungi perahu nelayan menjelang musim baratan tiba.
“Nelayan tidak minta banyak, asalkan cepat terealisasi,†imbuhnya.
Pihaknya menuding JOB PPEJ sengaja mengulur waktu pemberian bantuan. Karena beberapa waktu lalu perwakilan perusahan sudah sering melakukan komunikasi terhadap nelayan setempat.
“Jangan salahkan nelayan kalau sampai beraksi,†ucapnya.
Sampai berita ini ditulis, suarabanyuurip.com, masih berusaha menghubungi Field Adminitration JOB PPEJ Tuban, Akbar Pradima. Pesan singkat yang dikirimkan sejak pukul 17:52 WIB belum mendapat respon.(aim)