Proposal CSR Masih Dikaji

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) langsung merespon ancaman nelayan Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, untuk menggelar aksi demo menuntut realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) 2015.

Pihak manajemen JOB P-PEJ meminta nelayan bersabar terlebih dahulu, sebab proposal pengajuan CSR masih dikaji secara internal bersama perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa).

“Saat ini proposal masih dikaji terlebih dahulu sekaligus meminta persetujuan dari SKK Migas,” kata Field Admin Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Akbar Pradima, melalui pesan singkat yang dikirim kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (7/8/2016).

Serupa dengan program lainnya, sebagai operator JOB P-PEJ tidak dapat serta merta memberikan program tanpa persetujuan SKK Migas. Sebab satu rupiah yang dikeluarkan adalah uang Negara, dan pertanggungjawabannya diaudit langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Meskipun pengajuan proposal CSR sudah tahun 2015 lalu, tetap saja realisasinya membutuhkan waktu. Sebab program CSR bukan hanya untuk warga Tuban saja, namun diberikan juga kepada Kabupaten Bojonegoro, dan Lamongan.

Baca Juga :   Komisi B: Perlu Standardisasi CSR

“Kami juga berharap program bantuan jaring, dan tambat labuh segera disetujui sebab nelayan Palang sangat membutuhkan,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Sukarji, mengancam aksi turun jalan di Jalur Dandeles menuju stasiun pipa milik operator migas Blok Tuban. Dalam aksi kesekian kalinya ini nelayan di 8 desa akan diakomodir untuk memblokir jalur Pantura.

“Ini bukan ancaman tetapi pihak operator sulit diajak komunikasi,” tandasnya.

Pihaknya sudah gerah dengan janji dari operator karena seluruh administrasi, kelengkapan realisasi CSR sudah diserahkan. Sejak pertengahan tahun 2015 lalu nelayan Palang sudah bersabar, dan memahami kalau proses realisasi membutuhkan waktu lama. Tetapi hingga pertengahan 2016, CSR yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

Diketahui, permintaan program CSR bantuan jaring sebagai ganti rugi atas jaring nelayan yang tersangkut pipa JOB PPEJ beberapa waktu lalu. Sedangkan tambat labuh berfungsi melindungi perahu nelayan menjelang musim baratan tiba. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *