Terjunkan 263 Personel Gabungan

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, menerjunkan 263 personel untuk mengamankan unjuk rasa warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli (AMPE) Panas Flare di flyover (jembatan layang) Banyuurip, Blok Cepu, Minggu (7/8/2016).

Kapolres Bojonegoro AKBP. Wahyu Sri Bintoro yang memimpin langsung pengamanan demo di flyover mengatakan, dari jumlah tersebut 213 personel dari polres dan polsek setempat, dan 50 personel dari Pamsus Obvitnas.

Ratusan aparat gabungan itu disiagakan di sejumlah titik. Mulai lokasi pemberangkatan demo, jalur menuju flyover, dan lokasi unjuk rasa.

“Paling banyak kita siagakan di sini,” tegas Wahyu.

Dalam aksi ini AMPE Panas Flare mengusung sejumlah tuntutan yakni meminta operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bertanggungjawab adanya perubahan suhu yang kian memanas di wilayah setempat akibat flaring (pembakaran gas), bertanggungjawab atas menurunnya hasil pertanian, suara bising dari mesin di area operasi Blok Cepu.

“Kami minta Pemkab Bojonegoro untuk mengevaluasi kembali AMDAL proyek Banyuurip. Ada pelanggaran lingkungan yang dilakukan EMCL sehingga merugikan warga,” tegas Koordinator Aksi, Mustofa saat berorasi membakar semangat ratusan warga.(suko)

Baca Juga :   Proyek Kilang Tuban Terganjal Lahan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *