SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Adanya industrialisasi minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tampaknya, belum menjamin peluang kerja bagi masyarakatnya. Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Bojonegoro terus meningkat setiap tahunnya.
Berdasarkan data di Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, jumlah TKI hingga pertengahan tahun 2016 ini sebanyak 300 orang.
“Padahal tiga tahun sebelumnya jumlahnya sedikit,” ujar Kepala Seksi Bursa Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Nakertransos Bojonegoro, Musiron, Selasa (9/8/2016).
Minat warga Bojonegoro menjadi TKI di luar negeri masih cukup tinggi. Mereka memilih bekerja di beberapa negara seperti Taiwan, Hongkong, dan Malaysia. Rata-rata mereka yang menjadi TKI ini adalah lulusan Sekolah Dasar (SD) dan SMP.
Diperkirakan jumlah TKI asal Bojonegoro lebih banyak dari catatan yang terdaftar di Disnakertransos. Karena keberangkatan mereka melalui biro jasa penyalur tenaga kerja di luar Bojonegoro.
“Kami ingatkan agar warga Bojonegoro yang ingin menjadi TKI dan berangkat ke luar negeri harus berhati-hati,” imbuhnya.
Sebab, saat ini banyak penyalur jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) abal-abal. Oleh sebab itu, warga yang ingin jadi TKI berkonsultasi dengan Disnakertransos.
Data di Disnakertransos Bojonegoro hingga kini ada 38 PJTKI yang terdaftar resmi di Disnakertransos. Apabila ada PJTKI di luar itu, berarti abal-abal.
Musiron mengungkapkan, kebanyakan TKI yang berasal dari Bojonegoro tidak ada lulusan sarjana. Sebab rata rata TKI berasal dari kampung yang ingin bekerja dengan gaji tinggi.
“Warga Bojonegoro menjadi TKI karena susah mencari pekerjaan di Bojonegoro. Apalagi bagi mereka yang lulusan SD dan SMP,†imbuhnya.
Sebab selama ini perusahaan yang ada di Bojonegoro membuka lowongan pekerjaan dengan syarat lulusan SMA, SMK dan sarjana. Sedangkan, untuk lulusan SMP dan SD hampir tidak ada.
“Selain itu di Bojonegoro untuk upah gaji dinilai masih kecil sehingga TKI menjadi pilihan dengan gaji lebih besar,” pungkasnya.(rien)