SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bojonegoro Institut (BI) menyampaikan, kesulitan melacak identitas investor PT Tierra Energi Perkasa (TEP), perusahaan swasta yang akan menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).
“Saya coba cari-cari informasi di internet, kok kesulitan mendapatkan informasi tentang perusahaan ini,” ujar Direktur Utama BI, Awe Saiful Huda, kepada Suarabanyuurip beberapa waktu lalu.
Jangan-jangan, lanjutnya, ini polanya sama dengan pengalaman PT Intermedia Energi (IME), investor yang digandeng PT BBS membangun fasilitas gas suar bakar namun tidak punya modal. Di tengah jalan, mandek.
“Saya pun jadi bertanya-tanya apakah Tierra ini punya pengalamannya di bidang engeneering? Kenapa tidak menggandeng PT Tri Wahana Universal (TWU) saja misalnya?,” lanjutnya.
Faktanya, PT TWU sudah punya fasilitas di sini (Bojonegoro). Meski demikian, bukan berarti mendukung PT TWU sebagai mitra yang pas untuk PT BBS. Ini hanya perumpamaan dan pertanyaan-pertanyaan yang musti bisa dijelaskan oleh pihak terkait.
Menurutnya, untuk menggandeng mitra, yang terpenting melihat bagaimana rekam jejak perusahaan tersebut. Apakah dia punya pengalaman di bidang ini. Bagaimana feasibility perusahaan tersebut, apakah punya tenaga ahli engeneering di bidang migas yang handal dan berpengalaman.
“Bagaimana track record-nya ketika bermitra dengan BUMD, apakah pernah gagal, atau tipu-tipu dan lain sebagainya,” tegasnya.
Sebagai perusahaan daerah, seharusnya BBS terbuka kepada publik, agar publik pun ikut memberi masukan dan membantu menelusuri trackrecord perusahaan terkait. (Rien)