AMPE Panas Flare Akan Usung Massa ke DPRD

Rapat ampe flare

SuaraBanyuurip.com Samian Sasongko

Bojonegoro – Sebagian warga Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Panas Flare (AMPE Panas Flare) menggelar pertemuan di Balai Desa setempat, Minggu (14/08/2016) malam.

Kordinator Lapangan AMPE Panas Flare, Moh Mustofa, mengatakan, musyawarah yang dilakukan untuk membahas rencana aksi unjuk rasa (unras) susulan nantinya.

“Karena belum ada jawaban yang jelas dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), jadi perlu musyawarah untuk melakukan aksi demo lagi,” kata Mustofa seusai pertemuan dengan warga di Baldes setempat kepada Suarabanyuurip.com.

Dia menjelaskan, demo akan dilaksanakan pada hari Kamis (18/8/2016) di Gedung DPRD dan Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

“Untuk massa, sesuai awal yaitu sekira 800 massa yang akan dibawa nantinya,” jelasnya.

“Rencana hari Rabunya sebelum berangkat kita akan pertemuan lagi dengan warga untuk memastikan semuanya, Mas,” lanjutnya.

Ada empat tuntutan yang diusung AMPE Panas Flare dalam unjuk rasa tersebut. Yakni menuntut EMCL bertanggungjawab atas panasnya lingkungan di Desa Mojodelik, memburuknya hasil panen, kebisingan dari mesin yang dioperasikan, dan meninjau ulang analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) tentang lingkungan.

Baca Juga :   Pembahasan Amdal Blok Cepu Ditunda

Dalam musyawarah tersebut dikawal oleh Polsek Gayam, anggota Pos Koramil Gayam, dan anggota intel Polres Bojonegoro. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *