“Program pemberdayaan masyarakat tak pernah lepas dari kinerja Pertamina EP Asset 4. CSR bidang pendidikan pun dikemas berkesinambungan.”
MAJU bersama masyarakat sekitar sepertinya telah menjadi bagian dari kinerja Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4, di setiap daerah operasi. Oleh karena itu pula program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukannya, selalu menyentuh kebutuhan warga.
Dengan teknis secara sustainable (berkelanjutan), perusahaan yang bergerak di industri hulu Migas ini, berharap bisa memberi nilai tambah kepada warga sekitar. Sekaligus kepada pemangku kepentingan di setiap wilayah operasi.
Menurut Field Manager Pertamina Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, program CSR telah dilakukan oleh perusahaan di wilayah Kabupaten Blora, Bojonegoro, dan Kabupaten Tuban. Perusahaan berusaha semaksimal mungkin menjalankan teori kepedulian sosial berkesinambungan, dan berkelanjutan.
Melalui cara tersebut kegiatan CSR yang dilakukan, tidak hanya berdampak bagi perekonomian negara secara operasi, namun juga dapat dinilai dari kehidupan sosialnya yang baik (sustainability communication).
Beberapa hal telah dilakukan dalam mewujudkan tanggung jawab sosial berkelanjutan (sustainable). Diantaranya, pada tahun 2013 membangun gedung kantor untuk SMP Migas Kawengan, tahun 2014 membantu SMKN 1 Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dalam upaya menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten.
Sepanjang tahun 2014 – 2016 melaksanakan Program Menanam dan Menulis kurang lebih 50 sekolah tingkat SD, SMP dan SMA/SMK setingkat di wilayah operasi Field Cepu.
“Dengan mengajak anak-anak mencintai lingkungan seraya meningkatkan skill menulis mereka,” kata Agus Amperianto.
Terkait ranah pendidikan pula, pada tahun 2015 perusahaan membangun dua ruang kelas untuk SD di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Dalam tahun sama melakukan program Green School di lima sekolah di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Pula program untuk PAUD di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro.
Bersama dengan PT Pertamina (Persero), Pertamina EP Asset 4 juga melaksanakan kegiatan Pertamina Mengajar di beberapa sekolah di wilayah operasi Field Cepu. Termasuk pula bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Â melaksanakan kuliah umum di sejumlah universitas di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
“Kami senantiasa memberikan bantuan partisipasi baik dalam kegiatan maupun pembangunan secara philanthropy,” ungkapnya.
Bantuan diberikan sejak keberadaan operasi Pertaminna EP Asset 4 Field Cepu, baik secara philanthropy maupun berbentuk program. Untuk program CSR pendidikan, mengikutsertakan lebih dari 60 sekolah di wilayah operasi. Bentuk tanggung jawab sosial masyarakat yang dilakukan mengarah pada lima pilar kebijakan CSR.
“Yakni bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Lingkungan dan bidang Pemberdayaan Masyarakat,” tutur lelaki humanis tersebut.
Selain itu yang telah dilakukan adalah bantuan infrastruktur, berupa bangunan, gedung, sarana dan prasarana. Lingkungan pendidikan, pemberian bibit pohon, penghijauan di sekolah, pembinaan murid dalam kader-kader lingkungan sekolah, pembinaan murid untuk peningkatan kemampuan non akademis murid, seperti perlombaan olah raga dan perlombaan kesenian.
“Kurang lebih 30 murid tercatat diberikan bantuan pembinaan non akademis dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu,” sebut Agus Amperianto.
Dari hasil pembinaan yang dilakukan, telah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa-siswi dalam bidang non akademis. Dalam pemberian bantuan untuk lembaga sekolah akan diberikan kepada pengurus sekolah, yaitu kepala sekolah berupa permohonan barang, material atau item yang dikehendaki dan disetujui.
“Tentunya lembaga sekolah yang tercatat pada dinas Pendidikan di wilayahnya. Sedangkan pemilihan lembaga sekolah disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan serta kesesuaikan program dengan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu,” katanya.
Selain itu, pemberian program pelatihan skill kepada warga. Dengan syarat dan teknik mengikuti ketentuan dari pemerintah setempat, dalam hal ini adalah dinas sosial dan dinas pendidikan.
Sampai saat ini Pertamina EP Asset 4 Field Cepu melakukan program pelatihan skill baru kepada guru PAUD di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro. Termasuk pula pelatihan pemeliharaan peternakan, pembentukan koperasi, dan program menyentuh langsung kepada masyarakat lainnya.
Sedangkan kendala yang muncul, menurut Agus Amperianto, lebih pada kurang pahamnya masyarakat terhadap program, dan cara menjalankan atau mengembangkannya. Untuk itu pula perusahaan melakukan pembinaan dan pendampingan langsung terhadap jalannya program.
“Melalui komunikasi, musyarawarah, dan diskusi dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan berbagai kendala bisa diselesaikan,†paparnya.
Pertamina berharap adanya bantuan bidang pendidikan bagi warga sekitar wilayah operasi, dapat membantu pemerintah setempat dalam melakukan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak dan guru di wilayahnya. Sehingga output masyarakat sekitar wilayah operasi juga bisa lebih baik.
“Harapannya selain bisa meningkatkan kualitas dunia pendididkan, sertifikat pelatihan yang diperoleh bisa dipakai dimanapun tidak hanya dengan Pertamina EP. Sehingga kesempatan kerja yang mereka dapatkan lebih luas,” pungkas Agus Amperianto. (samian sasongko)