SuaraBanyuurip.com -Â Aly Imron
Jakarta – Produsen Minyak dan Gas Bumi (Migas) asal Tiongkok, Petrochina, melalui siaran resminya menyatakan minatnya untuk memperpanjang kontrak wilayah kerja pertambangan (WKP) Blok Tuban di Kabupaten Tuban, dan Bojonegoro, Jawa Timur, yang berakhir tahun 2018.
Alasannya blok migas tersebut masih memiliki cadangan minyak sebesar 27.884 Million Stock Tank Barrels (MTSB) dan cadangan gas 20,60 Billion Standard Cubic Feet (bscf).
“Kami masih tertarik melanjutkan kontrak Blok Tuban dan bersinergi dengan PT Pertamina,” terang Vice President Humas Resources and Service, Petrochina Marike.
Marike memaparkan apabila hak kelola berakhir, maka penunjukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Blok Tuban akan ditentukan oeh Pemerintah melalui Pertamina. Pertamina nantinya akan mengkaji ulang apakah proyek Migas itu akan dipercayakan kembali kepada operator lama atau sebaliknya.
Kini PT Pertamina (Persero) bersama Petrochina East Java dengan skema Joint Operation Body (JOB PPEJ) merupakan operator Blok Tuban. Skema kepemilikan sahamnya meliputi, China National Petroleum Corporation (CNPC) memiliki hak pengelolaan sebesar 12,5 persen, Pertamina 75 persen dan Petrochina 12,5 persen.
Sesuai Peraturan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (Permen ESDM) Nomor 15 tahun 2015, menyebut permohonan perpanjangan kontrak pengelolaan migas harus disampaikan paling lambat dua tahun sebelum kontrak berakhir, atau paling cepat 10 tahun.
“Dalam lelang Kontraktor KKS nantinya Petrochina akan tetap ikut andil lantaran potensi Migasnya masih bagus,†imbuhnya.
Sementara, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, pihaknya akan mengajukan proposal perpanjangan kontrak pengelolaan beberapa blok migas yang dikelolanya termasuk Blok Tuban.
Sesuai penghitungannya, pihaknya memprakirakan nilai investasi yang dibutuhkan pasca kontrak berakhir tahun 2018 mendatang sebesar US$ 163 juta. Blok tersebut dikelola Pertamina bersama Petrochina.Â
Pada tahun 2018 cadangan Blok Tuban masih tersisa sebesar 12 juta barel minyak (MMBO) untuk minyak dan kondensat, sedangkan gas 112 miliar kaki kubik (bcf).
Diketahui pada bulan Pebruari 2016 lalu, Blok Migas yang berada di dua Kabupaten di Jawa Timur ini, masih memproduksi 4.261 barel minyak per hari (bph) dan gas sebanyak 4,69 mmscfd. (aim)