SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Rendahnya sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu penyebab banyaknya kontraktor lokal Bojonegoro, Jawa Timur, gulung tikar di proyek migas Banyuurip, Blok Cepu.
“Padahal kita sudah beberapa kali memfasilitasi pelatihan manajemen proyek, tapi nggak mau datang, yang datang anak buahnya. Saat buat invoice tidak bisa,” kata Bupati Bojonegoro, Suyoto saat memberi sambutan pada Tasyakuran Kemerdekaan di Pendapa Malwopati beberapa waktu lalu.
Akibat rendahnya SDM pengusaha lokal ini membuat mereka tak sedikit jadi makelar.
“Dapat proyek malah dijual kepada orang lain,” ujar Suyoto mengungkapkan.
Dirinya mengaku sudah sering mengingatkan kepada pengusaha lokal yang terlibat di proyek migas untuk profesional. Karena pemilik proyek merupakan perusahaan multi nasional.
“Saat diingatkan bilangnya tenang saja kang, kita sudah pengalaman. Tapi giliran invoicenya tidak cair-cair mengadu. Setelah saya tanyakan ternyata invoicnya keliru,” kata Suyoto.(suko)