SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina East Java (JOBP-PEJ) untuk mencairkan dana tali asih sebesar Rp75 juta terhitung sejak September hingga Oktober 2015 langsung seratus persen.
“Kami tidak mau kalau tali asih itu dicairkan per termin. Karena ini bukan CSR, melainkan sudah menjadi kesepakatan,” tegas Kepala Dusun Ngampel, Jumadi saat melakukan penghadangan rig di tapak sumur Pad B Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Sabtu (20/8/2016).
Sesuai pertemuan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel dengan JOBP-PEJ beberapa waktu lalu, pencairan tali asih akan dilakukan tiga termin seperti program swadaya. Yakni termin pertama 30 persen, termin kedua 60 persen dan 10 persen termin terakhir.
“Tapi keinginan operator telah ditolak pemdes. Pemdes mintanya langsung dicairkan seratus persen,” tandas Jumadi. Â
Untuk membahas permasalahan ini, Polres Bojonegoro akan memfasilitasi pertemuan antara pemdes, perwakilan warga dengan JOBP-PEJ pada Minggu (21/8/2016) besok.
“Kemarin kita sudah meminta bapak Kapolres untuk memfasilitasi. Rencana pertemuannya Minggu siang, tapi perwakilan JOBP-PEJ, katanya, nggak bisa. Jadi kita belum tahu lagi kapan,” sambung Pamuji warga Ngampel yang melakukan penghadangan.
Pihaknya meminta kepada operator maupun rekanannya untuk menghentikan dulu pengangkutan rig ke tapak sumur B sampai ada kejelasan pencairan tali asih.
“Jika tetap nekat kami akan melakukan penghadangan lagi,” tegas Pamuji. (rien)