Tegaskan Flaring Tidak Berdampak Pada Tanaman

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Zaenal Fanani, menegaskan, flaring di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, tidak berpengaruh atau berdampak pada tanaman di sekitarnya.

“Dari hasil kunjungan saya kelapangan siang tadi, memang ada tanaman yang tidak berbuah dan tumbuhnya tidak maksimal,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (23/8/2016).

Menurutnya, kondisi tanaman tersebut dikarenakan cahaya lampu yang diduga menyala lebih dari 12 jam. Karena, normal pencahayaan pada tanaman adalah 12 jam saja di pagi dan siang hari.

“Selain itu, suhu udara baik pada tanaman terdampak maupun tidak terdampak ternyata sama, yakni 35 derajat, jadi baik flaring maupun suhu tidak berdampak pada tanaman,” tegasnya.

Hasil kajian sementara, tanaman yang terdampak jenisnya hanya tertentu saja. Jadi, tidak semuanya pertumbuhannya terganggu. Tanaman yang terdampak karena lampu di dalam proyek milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tersebut hanya yang berbuah saja. Termasuk tanaman jagung.

“Tanaman yang paling berdampak adalah tanaman yang jaraknya berdekatan dengan lampu. Yakni, antara 5 sampai 50 meter,” tandasnya.

Baca Juga :   Eksplorasi Blok Nona Dihentikan

Sementara, tanaman yang tidak berdampak meski berada dekat dengan lampu diantaranya tanaman kacang tanah, umbi-umbian, dan sayur-sayuran.

“Dinas belum memberikan rekomendasi kepada EMCL setelah ada kajian ini. Tapi, akan memberikan saran supaya program corporate social responsibility (CSR) diarahkan untuk pemberian bibit tanaman yang tidak memiliki pengaruh terhadap cahaya dan pompa air,” tandasnya.

Setelah hasil kajian dirapatkan dengan Kepala Dinas Pertanian, pihaknya akan segara melayangkan surat untuk usulan program CSR bagi petani di sekitar lampu. Serta, memberi saran kepada petani untuk mengganti jenis tanaman yang tahan dengan cahaya lampu dari Blok Cepu.

“Selain kepada EMCL, kami akan menyarankan petani mengganti tanaman jagungnya dengan kacang tanah, umbi umbian, dan sayur-sayuran,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *