SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pendapatan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat, dari jumlah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) induk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tahun 2016 sebesar Rp 3,8 miliar, penyumbang terbesar merupakan dana perimbangan, yakni senilai RP 2,7 miliar.
“Paling banyak dari dana perimbangan pajak maupun sumber daya alam, sementara penyumbang pendapatan dari BUMD masih kecil,” ujar Kabid Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah, Dinas Pendapatan Daerah, Muhadi, Rabu (24/8).
Target pendapatan APBD induk dari sektor pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada tahun 2016 yang sudah mencapai 100 persen diantaranya sektor perbankan. Pendapatan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencapai 100,10 persen atau senilai Rp 12,9 juta.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tercapai 100,16 persen, atau Rp 3,15 miliar, BPR Jatim tercapai 2,98 persen atau senilai Rp 5.950.000 dari target Rp 650 juta. PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) mencapai 106,30 persen atau senilai Rp 690.930.900 dari target pencapaian Rp 650 juta.
“Sedangkan untuk PT BBS hanya tercapai 9,27 persen atau senilai Rp 203.856.000 dari target Rp 2,2 miliar,” jelasnya.
Tercapainya target pendapatan daerah dari sektor perbankan ini menunjukan adanya pertumbuhan ekonomi di Bojonegoro. Namun, tidak menekankan kepada BUMD yang tidak memenuhi target.
“Kita hanya menerima pendapatan saja,” pungkasnya. (Rien)