Sebut Larangan Buka Lapak CFD di Alun-Alun Bojonegoro Rugikan UMKM

Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto.
Pj Bupati Bojonegoro, Adriyanto.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Penataan lapak para pedagang untuk kegiatan Car Free Day (CFD) di seputaran Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikabarkan tak lagi sama dengan sebelum CFD dipindah ke Stadion era rezim Anna Mu’awanah. Penataan baru ini dinilai merugikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, karena dilarang berdagang dalam lingkaran alun-alun.

Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Adriyanto mengatakan, mulai besok Minggu (05/11/2023) CFD bakal digelar di dua tempat. Yakni di Alun-Alun Bojonegoro dan Stadion Letjen H. Soedirman. Sehingga tidak ada pemindahan lokasi CFD sebagaimana kabar yang tersiar sebelumnya, melainkan penambahan titik.

“Prinsipnya adalah penambahan titiknya (CFD) bukan pemindahan ya, saya benerin (informasinya) ya,” katanya dalam wawancara cegat di depan Pendapa Malowopati, Sabtu (04/11/2023).

Menurut Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Keuangan ini, tujuan penambahan CFD adalah untuk memberikan ruang publik di mana masyarakat bisa berolahraga dan berinteraksi sosial lebih baik.

“Kalau nanti ada yang mau ikut berdagang dipersilakan, tetapi tidak boleh di wilayah ini karena akan mengganggu (CFD), oleh karena itu dicari wilayah di luar Alun-Alun,” ujarnya.

Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto.
Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto.

Oleh sebab itu, mengenai pedagang yang ingin berniaga di Stadion Letjen H. Soedirman dipersilakan tetap berdagang seperti biasanya. Tetapi bagi pedagang yang ingin membuka lapak di CFD seputaran alun-alun diharuskan mendaftar terlebih dahulu.

Baca Juga :   Targetkan Konversi Seribu Sepeda Motor Penggerak BBM Ke Listrik, Begini Strategi Kementerian ESDM

“Tetapi nggak boleh (berdagang) di sini (alun-alun), di lingkaran alun-alun nggak boleh,” tegas pejabat kelahiran Palembang itu.

Pelarangan niaga di dalam lingkaran alun-alun saat CFD tersebut memunculkan kekecewaan bagi pedagang yang telah berdagang sebelumnya di alun-alun namun dipindah ke stadion. Putri Wijaya salah satunya.

Sebelum CFD dipindah ke stadion oleh rezim Anna, Chief Executive Officer (CEO) Enamor Cakes & Enamor Snack Box itu mengaku membuka lapak di Jalan Imam Bonjol depan Kantor Sat Lantas Polres Bojonegoro.

“Ada kode tertera di sana B50, itu untuk lokasi lapak Enamor,” ungkap Putri Wijaya kepada SuaraBanyuurip.com.

Perubahan lay out saat CFD dirasa sangat merugikan pihaknya sebagai pelaku UMKM. Sebab ruang yang disediakan untuk para pedagang juga dinilai sempit, jauh berbeda dengan sebelum rezim Anna memindahkan lokasi CFD ke stadion.

Putri Wijaya (kanan), kala membuka lapak saat CFD alun-alun depan Sat Lantas Bojonegoro.

Ruang yang tersedia bagi pedagang hanya pada area sebelum masuk ke lingkaran alun-alun. Yaitu di ujung Jalan Mastrip, Jalan Imam Bonjol belakang Kantor Pemkab, Jalan Trunojoyo, ujung timur Jalan Pahlawan depan gedung pemkab, dan ruas jalan Hasyim Ashari sebelah selatan, serta gang sempit dekat Masjid Darussalam.

Baca Juga :   APK Pilkada Terancam Tangan Jahil

Perbandingan omzet yang dia terima saat berdagang di CFD alun-alun juga berbeda dengan di stadion yang turun drastis. Sehingga pembukaan CFD kembali di alun-alun disambut antusias. Hanya saja dia mengeluhkan penataan yang berubah.

“Harapan kami lay out CFD alun-alun dikembalikan seperti sebelum kami dipindahkan ke stadion, kami berdagang tidak lama, hanya 3-4 jam saja,” ucap Putri.

Kabar penataan pedagang CFD yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan UMKM ini ternyata juga sampai ke telinga Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Sukur Priyanto.

Politikus Partai Demokrat ini menyayangkan akibat pemindahan CFD dari alun-alun ke stadion, kemudian menjadi gaduh lagi setelah penambahan CFD menjadi dua lokasi. Sebab ruang bagi pedagang untuk CFD alun-alun malah menjadi sempit.

“Oleh karena itu saya meminta, agar lay out CFD besok Minggu (05/11/2023) lebih difokuskan lebih peduli dan berpihak pada UMKM,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Menurut saya itu sdh tepat karena yg olahraga tdk terganggu pedagang.selama ini yg niat olah raga tdk bisa leluasa krn bnyknya pedagang.umkm penting tetapi yg olahraga juga hrs diberi ruang.