SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, mulai menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan potensi wisata di wilayahnya. Salah satunya, pengembangan wisata Minyak dan Gas Bumi (Migas). Karena menganggap sejarah perminyakan itu berasal dari Cepu.
“Sejarah perminyakan itu berasal dari Cepu,” ungkap Arief Rohman, Wakil Bupati Blora saat berada di salah satu hotel di Cepu, Rabu (24/8/2016).
Menurutnya, di Cepu perlu dibangun sebuah museum yang menceritakan sejarah Migas, dari hulu sampai dengan hilir. Layaknya di Negara Malaysia yang memiliki museum Petronas yang menggambarkan proses produksi minyak dari awal sampai akhir.
“Cepu punya keunggulan sendiri. Selain ada destinasi wisata Indoor kita juga ada out door. Diantaranya sumur tua yang ada di Ledok Kecamatan Sambong,” ungkapnya Poilitisi asal PKB ini.
Jika di Bojonergoro, Jawa Timur mempunyai wisata Wonocolo, lanjut dia, di Blora punya sumur tua Ledok.
“Dan kondisinya lebih bagus dari Wonocolo,” kata dia.
Bahkan, menurut dia, dari SKK Migas mengakui jika kondisi Ledok saat ini jauh lebih baik dibanding Wonocolo.
Arief menuturkan, jika dari pihak Pertamina telah menyatakan kesediaannya mengucurkan program Corpoarate Social responsibelity (CSR) untuk membangun destinasi Wonocolo. Namun, harus melalui kajian dan study kelayakan.
“Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan perguruan tinggi,” ujarnya. (ams)