SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak 19.000 penyuluh pertanian kontrak (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian/ THL-TBPP ) Indonesia berencana melakukan aksi di Istana Negara. Aksi yang mereka sebut sebagai “Aksi Menagih Janji Pemerintah” ini akan melibatkan seluruh THL-TBPP se Indonesia selama 3 hari pada (6-8/9/ 2016) mendatang.
Ketua Umum Forum Komunikasi THL-TBPP Bojonegoro, Jawa Timur, Wahyu Oktofa mengatakan, jumlah THL TBPP Bojonegoro yang akan berangkat ke Jakarta sebanyak 100 orang. Mereka akan berangkat menggunakan dua bus.
“Aksi ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, maka kami sudah siap untuk melakukan aksi selama 3 hari di Jakarta,” ujarnya yang juga menjadi koordinator lapangan aksi, Rabu (31/8/2016).
Dalam aksi ini FK THL TBPP Nasional akan mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengangkat semua THL-TBPP menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa dibatasi usia. THL- TBPP sendiri merupakan pegawai kontrak Kementerian Pertanian yang direkrut tahun sejak 2007 hingga 2009.
Menurut Wahyu, hasil rapat koordinasi nasional (rakornas) di Bogor, Jaws Barat, dan rapat koordinasi daerah (rakorda) di Mojokerto, Jawa Timur, memutuskan, aksi ini merupakan satu-satunya jalan agar THL-TBPP mendapatkan perhatian dari Jokowi.
“Karena semua usaha kami lakukan tetapi penyelesaian masalah status THL-TBPP masih menjadi tanda tanya,” tegasnya.
Wahyu menilai, masalah ini sangat ironis ketika di negara ini seorang penyuluh pertanian hanya dikontrak selama 10 bulan per tahunnya tanpa mendapatkan kenaikan honor yang signifikan. Kondisi ini sudah berjalan selama sembilan tahun.
“Maka dari itu kami akan ke istana negara sesuai intruksi dari FK THL-TBPP Nasional,” pungkasnya.(rien)