Pengaruh Flare Belum Tunjukkan Penampakan Nyata

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Meskipun rapat koordinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, untuk memfasilitasi masyarakat Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, bersama operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) gagal dilakukan karena perwakilan warga tidak ada yang hadir.

Namun, Dinas Pertanian memberikan paparan hasil sementara pengaruh flare pada tanaman.

Kepala Bidang Produksi Pertanian, Zaenal Fanani, menyampaikan, hasil sementara pengamatan di lapangan pengaruh flare terhadap tanaman diambil di beberapa titik. Diantaranya, Dusun Brabowan, Desa Brabowan, Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, dan Dusun Ledok, Desa Mojodelik.

“Pengaruh flare pada suhu belum menunjukkan penampakan yang nyata terhadap tanaman disekitarnya,” kata Zaenal saat memberikan penjelasan.

Hasil pengamatan dilokasi, pertama Dukuh Tanggungan, Desa Brabowan, di lahan Jagung, dalam satu petak, dengan suhu yang sama 35 derajat celcius, memberikan hasil yang beda. Dimana tanaman jagung, yang dekat dengan lampu memperlihatkan adanya gangguan tetapi ditengah petak masih tumbuh cukup baik.

Tanaman jagung yang cukup jauh dengan lokasi, di Dukuh Temlokorejo, Desa Gayam, dengan flare tapi dekat dengan lampu juga memperlihatkan adanya gangguan perkembangan, gangguan terjadi pada fase generatif.

Baca Juga :   Anak Perusahaan BBS Hulu Hilir Migas Dalam Kajian

Tanaman kedelai yang dekat dengan flare dan dekat dengan lampu di lokasi Dukuh Tanggungan, Desa Brabowan, memperlihatkan adanya gangguan perkembangan. Terganggu pada fase generatif.

Tanaman kedelai yang cukup jauh dengan flare dilokasi Dukuh Temlokorejo, Desa Gayam, tapi dekat dengan lampu juga memperlihatkan adanya gangguan perkembangan.

Di lokasi Dukuh Temlokorejo, Desa Gayam, jauh dari flare dan dekat dengan lampu belum memberikan pengaruh nyata terhadap tanaman kacang tanah dan ketela pohon.

Dilokasi Dukuh Ledok, Desa Mojodelik, disinyalir, adanya penurunan produktivitas padi dan jagung pengaruh flare dan lampu akibat suhu yang tinggi 35 derajat celcius.

“Tapi, kami belum mendapat data real berapa penurunan produksi pertanian. Hanya saja, keterangan dari petugas di lapangan menyebutkan masih 6 ton, atau 6,5 ton. Itu masih belum signifikan penurunannya,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *