SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Panas Flare, Mustofa, menegaskan, pertemuan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, untuk memfasilitasi permasalahan yang terjadi dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) harus dihadiri oleh perwakilan warga secara menyeluruh.
“Kalau yang diundang cuma lima orang, nanti yang berkembang di masyarakat akan beda. Dan takutnya terjadi fitnah,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (1/9/2016).
Seharusnya, pertemuan dilakukan di tempat yang netral dan diwakili masing-masing RT tiga orang. Karena, menurut Mustofa, baik ditempat milik Pemkab maupun DPRD bukan tempat yang netral untuk pertemuan.
“Meski belum ada kesepakatan, tapi kami berharap, pertemuan dilakukan di Mapolres Bojonegoro,” tandasnya.
Pihaknya sudah mencium gelagat tidak baik dengan gagalnya pertemuan yang direncanakan beberapa hari lalu di Balai Desa Mojodelik. Padahal, Ketua DPRD Mitroatin dan warga sudah hadir.
“Ada indikasi, masalah ini ditumpangi isu kepentingan baik dari orang Pemkab maupun DPRD,” tudingnya.
Hingga kini, belum ada informasi lanjutan kapan pertemuan kembali digelar. Namun, AMPE Panas Flare berharap, tempat yang digunakan yakni balai desa atau milik kepolisian. (Rien)