SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Upaya Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menjadikan Lapangan Mudi, Blok Tuban, menuju zero gas ternyata belum diketahui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Padahal rencananya inovasi baru tersebut akan direalisaikan operator tahun ini, menjelang kontraknya habis pada Februari 2018 mendatang.
“Belum ada informasi apapun dari JOB P-PEJ kalau ada rencana zero gas,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyar, kepada suarabanyuurip.com, melalui teleponnya, Rabu (8/2/2017).
Namun demikian, Ali Masyar sangat mengapresiasi JOB P-PEJ apabila berhasil menjadikan Lapangan Mudi zero gas. Hanya saja perlu dipastikan semua fasilitasnya, sebab menghilangkan flare yang semula ada menjadi zero bukan pekerjaan mudah.
Lebih dari itu, alangkah baiknya jika operator Blok Tuban juga segera menyampaikan inovasi positif semacam ini ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, dan warga sekitar. Hal ini untuk mendukung tercapainya zero gas di Central Processing Area (CPA) yang mengolah minyak mentah dari Lapangan Sukowati, dan Mudi.
“Meskipun sebenarnya disampaikan atau tidak rencana zero gas ini tidak masalah,” imbuhnya.
General Manager JOB PPEJ, Akbarsyah, mengungkapkan pada tahap awal 2017 ini dari sisa gas flare di Lapangan Mudi dan Sukowati yang besarnya sekitar 3–4 MMSCFD (juta kaki kubik per hari), sudah bisa dikurangi 0,8 MMSCFD dari lapangan Mudi.
Gas sebesar 0,8 MMscfd itu kini digunakan sebagai tambahan pasokan gas (feed gas) ke PT Gasuma selaku pembeli gas buang. Setelah JOB P-PEJ bisa memodifikasi dan memasang pipa penghubung (jumper line) di salah satu fasilitas pemrosesan gas.
Yaitu dari separator PV-9700 (Mudi), ke gas scrubber PV-3700 yang sudah diturunkan tekanannya untuk disesuaikan dengan tekanan separator. Tentunya tanpa berdampak kepada suplai gas yang selama ini berlangsung di CPA Mudi. (aim)