SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebanyak 200 orang massa dari dua desa, yaitu Desa Ngasem dan Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur bakal menggelar aksi demo megepung lokasi Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu, Sabtu (03/09/2016) besok.
Rencana aksi warga ring 1 ATW tersebut dilakukan karena PT Meindo kontraktor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang dipercaya mengerjakan proyek restorasi ATW dianggap telah membohongi warga sekitar.
Koordinator aksi demo, Heri Sucipto, mengatakan, bahwa PT Meindo kontraktor pemenang tender proyek restorasi ATW mengingkari janjinya. Sehingga aksi demo terpaksa dilakukannya.
“Semula menjanjikan melibatkan warga sesuai keahlihannya ternyata proyek sudah dimulai dikerjakan Rabu (31/08/2016) kemarin juga tidak ada wujudnya,” kata Heri Sucipto koordinator aksi unjuk rasa, kepada Suarabanyuurip.com, Jum’at (02/09/2016).
Ketika disinggung terkait subkon PT Meindo yang melakukan aktivitas di lakosi ATW. Heri mengaku tidak tau secara pasti CV atau PT mana. Karena subkon PT Meindo tersebut tidak ada sosialisasi terlebih dahulu ke warga atau desa sebelum beraktivitas di lokasi ATW.
“Informasi CV dari Ngasem, tapi benar tidaknya saya kurang tau. Intinya siapapun kontraktor yang bekerja di ATW kami tidak mau tau. Demo tetap kami lakukan karena kami menuntut hak warga untuk dilibatkan dalam proyek restorasi ATW,” tandasnya.
Warga Desa Ngasem, Kamijan, mengaku, aksi demo akan dilakukan pada hari Sabtu di lokasi ATW. Dengan massa 200 orang dari warga Ngasem dan Sendangharjo.
“Tuntutan kami salah satunya adalah Meindo dan subkonnya harus melibatkan warga sekitar sesuai keahlihannya masing-masing. Sementara kami bawa massa sedikit tapi kalau nanti tidak ada respon jangan salahkan jika kami akan membawa massa yang lebih besar,” ungkapnya.
“Untuk surat pemberitahuannya sudah kami berikan kepada Muspika Ngasem, Mas,” pungkasnya.
Kapolsek Ngasem, AKP Subarata ketika dikonfirmasi terkait rencana aksi demo warga Ngasem tersebut melalui pesan pendek hingga berita ini di turunkan belum memberikan jawaban.(Sam)