SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad sampurno
Blora – Banyaknya potensi sumur minyak tua di wilayah Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membuat Pemerintah Desa (Pemdes) setempat berncana ikut serta dalam pengelolaan sumur tua.
Terdapat 225 titik sumur yang sebagian besar belum terkelola dengan baik. Hanya sekitar 170 titik yang baru dikelola oleh kelompok penambang. Lantaran mahalnya ongkos operasional dan rendahnya harga minyak.
Sardi, Kepala Desa (Kades) Ledok, menyatakan, jika Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ledok akan ikut serta mengelola sumur tua disamping mengelola pertanian dan sektor usaha lain.
“Saat ini di hutan Ledok tersebar ratusan titik sumur tua. Banyak warga yang ikut bekerja mengelola sumur tua,†kata dia.
Dengan ikut sertanya BUMDes dalam mengelola sumur tua, lanjut dia, bisa lebih melibatkan masyarakat sekitar dan mensejahterakannya melalui pengelolaan sumur tua.
“Tidak mungkin BUMDes akan bersaing dengan Paguyuban. Kami berencana akan menggandeng Paguyuban,†terangnya.
Sementara, Tarmadi, tidak menampik rencana Pemdes setempat dalam kesertaannya dalam mengelola sumur tua dengan menggandeng Paguyuban.
“Kami akan mendukung rencana itu,†terangnya. (ams)