Perbaikan Sungai Jambon Serap Rp 4,6 Miliar

Sungai jambon

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Mengantisipasi bencana banjir tahunan di Sungai Jambon Desa Sumurgung, Kecamatan Kota tahun ini Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, Jawa Timur telah menyediakan anggaran sebesar Rp 4,6 miliar. Anggaran tersebut dalam waktu empat bulan akan dioptimalkan di lima pekerjaan.

“Pekerjaan ini harus selesai akhir tahun sehingga tahun 2017 dua kecamatan aman dari banjir,” kata Kabag Humas dan Media Pemda Tuban, Teguh Setyabudi, kepada suarabanyuurip.com, Senin (5/9/2016).

Lima langkah yang direncakan Pemda meliputi, pelebaran Sungai Jambon yang semula 1,5 hingga dua meter, nantinya dibuat empat meter. Hal ini diselaraskan dengan kondisi hulu yang memiliki lebar delapan meter.

Sesuai peta pelebaran sungai mencapai satu kilometer (km) dengan anggaran Rp 3 miliar. Mulai jembatan Sungai Jambon hingga belakang kantor Koramil Kecamatan Merakurak. Untuk jalur drainase dari Koramil ke utara sudah aman hingga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.

Berikutnya dengan pembuatan Sodetan di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak. Langkah ini dianggarkaan Rp 1 miliar dengan panjang 600 meter dan lebar dua meter. Sodetan sepanjang 600 meter ini, 90 meternya akan dipasang saluran dilengkapi penutup atas. Alasannya berdekatan dengan pemukiman, dan bahu jalan.

Baca Juga :   Hilal Tak Terlihat, Awal Ramadan 1447 Hijriah di Bojonegoro Menunggu Keputusan Pusat

“Untuk drainase sisanya hanya dipasang tanggul kanan kiri,” imbuhnya.

Pemda juga merencanakan membuat bangunan pelimpah air di Desa Bogorejo. Apabila saluran Sungai Jambon ke arah barat tidak mampu menampung debit air, sebagian pasokan air akan dilimpahkan ke sisi utara hingga Desa Sugihwaras. Penghitungannya menghabiskan anggaran Rp 300 juta.

Untuk pembuatan Shipon di Desa Bogorejo berupa perempatan air dengan ketinggian arus berbeda. Nantinya debit air yang lebih banyak dialirkan ke Desa Sugihwaras.

“Penghitungannya akan menghabiskan anggaran Rp 300 juta,” tambahnya.

Terakhir pengerukan sungai di daerah Sugihwaras, Jenu. Aliran sungai selebar delapan meter ini sudah mengalami pendangkalan, lantaran telah lama tidak dikeruk.

“Kami pastikan tahun depan Kecamatan Tuban, dan Merakurak aman dari banjir tahunan,” pungkasnya.

Tercatat, sejak dulu dua kecamatan tersebut menjadi sasaran banjir. Tidak lebih dari puluhan hektar lahan pertanian dan pemukiman terendam banjir. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *