SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan, saat ini operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengajukan produksi dari 165 ribu barel per hari (Bph) menjadi 200 ribu bph.
“Iya, benar. EMCL mengajukan peningkatan produksinya sampai 200 ribu bph,” kata Kepala humas SKK Migas, Taslim Z Yunus, saat dihubungi suarabanyuurip.com, Selasa (6/9/2016).
Padahal, kapasitas fasilitas produksi di Blok Cepu hanya 185 ribu bph. Apabila ada peningkatan, maka EMCL harus merubah fasilitasnya yang membutuhkan tambahan biaya.
EMCL mengajukan peningkatan produksi hingga 200 ribu bph kepada SKK Migas pada siklus penganggaran dan perencanaan atau WP and B tahun 2017.
“Kami tidak setuju karena ada alasannya,” ujarnya.
Sementara itu, Humas dan juru bicara EMCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, pihaknya akan terus menentukan pilihan terbaik untuk memaksimalkan produksi dari Fasilitas Pusat Pemrosesan (central processing facility/CPF).
“Kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk berproduksi lebih dari kapasitas CPF sebesar 185 ribu bph, demi mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional sekaligus mengurangi impor minyak mentah,” pungkasnya. (Rien)