SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – PT Arkan selaku anak perusahaan dari Kerja Sama Operasional (KSO) Tawun Gegunung Energy (TGE) sepakat memprioritaskan usulan warga yang dapat direalisasikan dalam jangka pendek. Untuk tuntutan lain yang disampaikan dalam aksi pemblokiran hari Senin (5/9) kemarin, belum dapat dipenuhi lantaran harus menunggu mekanisme perusahaan.
“Dari delapan tuntutan warga tidak mungkin langsung dituruti semuanya,” kata Direktur PT Arkan, Benny Kedang, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai pertemuan di Balai Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Tuban, Jawa Timur, Selasa (6/9/2016).
Menurutnya aksi protes warga yang wilayahnya memiliki potensi Minyak dan Gas Bumi (Migas) sudah wajar. Namun demikian, seyogyanya tuntutan tersebut disampaikan dengan cara santun sesuai mekanisme perusahaan.
Jangan sampai aksi pemblokiran menganggu proses produksi, maupun menghadang pekerja lokal di perusahaan. Pihaknya tidak menginginkan hal tersebut terulang kembali, sebab dapat dipidanakan sesuai hukum yang berlaku.
Benny yang baru bekerja selama tiga minggu menjelaskan, laba perusahaan untuk tanggung jawab sosial sangat bergantung hasil produksi. Apabila produksi minyak besar tentu akan lebih mudah mencairkan program Corporate Social Responsibility (CSR), begitupun sebaliknya apabila produksi turun.
Sesuai usulan dari warga, hal yang dapat direalisasikan dalam waktu dekat yakni pemberian bantuan jaring net sekaligus bola voli.
Sedangkan untuk perekrutan Naker, santunan anak yatim dan fakir miskin, perbaikan infrastruktur desa harus menunggu jadwal dan mekanisme dari PT TGE.
“Kami harapkan pertemuan awal ini menjadi titik awal PT Arkan untuk menyabung silaturahim dengan warga lokal,” imbuhnya.
Kepala Desa Kumpulrejo, Ahmad Ikhsan, menjelaskan inti dari delapan tuntutan yang dilayangkan warga hanya menyoal perhatian kesejahteraan dari perusahaan.
Selama ini perusahaan dinilai masih belum proaktif dengan perangkat desa. Salah satu buktinya soal perekrutan Tenaga Kerja (Naker) tidak semuanya melalui desa, sehingga sebagian warga yang memiliki ijazah tinggi justru mengalami kecemburuan sosial.
“Perangkat hanya meminta perusahaan proaktif dan peduli untuk mengembangkan potensi desa serta meningkatkan SDM,” sambungnya.
Dia berharap dengan adanya mediasi ini PT Arkan yang fokus pada Corporate Social Responsibility (CSR), lebih peduli sekaligus bersinergi dengan perangkat desa untuk menambah cadangan minyak Nasional. (aim)