Jelang Kurban Rawan Penyakit Antraks

Cek hewan kurban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dinas Pertanian (Disperta) bidang peternakan Tuban, Jawa Timur menjelang hari raya Idul Adha 2016 menghimbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai penyakit antraks (menular) pada hewan kurban. Mengantisipasi penyebaran penyakit menular ini, lima petugas bidang perternakan Disperta langsung terjun ke lapangan untuk memeriksa lokasi penampungan hewan kurban.

“Sebelum pelaksanaan kurban kami pastikan tidak ada satu hewan yang sakit atau teridentifikasi penyakit menular,” kata Kabid Peternakan Disperta Tuban, Pipin Diah Larasati, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (9/9/2016).

Penyakit menular akut dan sangat mematikan itu, disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis dalam bentuknya yang paling ganas. Antraks paling sering menyerang herbivora liar maupun yang telah dijinakkan. Penyakit Antraks ini bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.

Perawatan untuk penyakit Antrax dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik berupa penisilin. Antibiotik tersebut dapat menghentikan pertumbuhan dan produksi toksin. Pemberian antitoksin juga mampu mencegah pengikatan toksin terhadap sel.

Baca Juga :   Membangun Internet Sehat dengan Lomba Ngeblog

Meskipun Jatim dinyatakan bebas Antraks, namun siapapun harus mengantisipasi penyebaran bakteri ini. Salah satunya personel yang bertugas menyembelih hewan, dilarang untuk ikut mengurusi daging. Sekaligus tidak menyampur daging kambing dan sapi sebab rawan busuk.

Dua pekerjaan tersebut harus dibedakan baik lokasi, personel maupun cara penanganannya. Dalam pemotongan nantinya juga harus sesuai etika, tanpa menyakiti hewan kurban. Mulai cara merobohkan hewan, hingga memutuskan lehernya.

“Etika ini harus dipahami untuk menjaga kualitas daging,” imbuhnya.

Pemeriksaan rutin tahun ini dilakukan di dua titik. Pertama dilakukan di tempat penampungan hewan qurban milik Pemda di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban. Hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) dari tiga ekor sapi, dan 12 ekor kambing ada satu ekor kambing yang matanya sakit.

Seketika itu petugas langsung memindahkan kambing yang sakit ke lokasi yang steril. Baru kemudian diobati dan dipastikan dua hari mendatang sudah sembuh. Lokasi kedua di kandang swasta peternakan sapi Aguna Kaya binaan Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT HMT) Dinas Peternakan Provinsi Jatim.

Baca Juga :   Polres Bojonegoro Ungkap 3 Aksi Curanmor, 4 Tersangka Diamankan

Letaknya di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding. Kandang yang memiliki stok 50 sapi dari berbagai jenis ini, tak luput dari pemeriksaan petugas. Beberapa hal yang diperiksa mulai kondisi fisik hewan serupa gigi, kuping, kaki, ekor, hingga kulit.

“Semua hewan ternak di lokasi kedua ini aman,” jelasnya.

Ditambahkan pula, setiap hewan yang hendak disembelih esok harinya. Dihimbau sehari sebelumnya tidak diberi makan terlebih dahulu, tujuannya untuk mengurangi kotoran serta menjaga kualitas dagingnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *