SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski belum dibilang maksimal. Keberadaan proyek Unitisasi  Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) telah memberikan dampak ekonomi tersendiri bagi warga sekitar. Disamping tenaga kerja (naker) juga peluang usaha lainnya.
Disekitar Lapangan Gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur misalnya. Mulai bermunculan warung makanan dan minuman (mamin).
Sudah lebih dari sepuluh warung mamin menjamur di sekitar lokasi tapak sumur Gas Jambaran, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem yang sejak awal tahun 2016 dikerjakan. Padahal aktivitas di lokasi tersebut masih belum sepenuhnya berjalan.
“Dulu saya pernah jualan di sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu. Karena disana sudah sepi saya pindah ke Jambaran, dan baru sekira sebulan ini,” ujar salah seorang pemilik warung, Yuyun, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (10/9/2016).
Pemilik warung lain, Anik, mengaku, sudah selama empat bulan membuka warung mamin di Jambaran, yaitu sejak sumur gas tersebut dimulai pengerjaannya. Penjualnya pun juga masih belum begitu banyak. Tapi sekarang sudah bayak berdiri warung mulai pintu masuk lokasi hingga dekat dengan lokasi. Dengan jumlahnya hampir mendekati 15 warung mamin.
“Kalau tidak salah sejak pertengahan bulan April saya berjualan disini. Kalau penghasilan relatif kadang mendapat banyak kadang kala juga sedikit. Melihat dari pekerja yang kirim material ke lokasi maupun lainnya yang pesan Mamin, Mas,” ungkap warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro ini.
Jika proyek J-TB sudah berjalan penuh tidak menutup kemungkinan selain jumlah warung mamin di sekitar lokasi proyek akan bertambah dimungkinkan juga akan berdiri tempat parkir dilokasi tersebut. (sam)