Satu Jamaah Haji Kloter 46 Meninggal

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Satu jamaah haji atas nama Kadi Sanggem Suro bin Suro, asal Desa Sumur Geneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur sekitar pukul 02:30 WIB waktu setempat dinyatakan meninggal. Meninggalnya jamaah tersebut setelah perjalanan ibadah dari Musdolifa ke Mahtab Mina.

“Meninggalnya jamaah haji lantaran mendadak lemas sewaktu turun dari bus,” kata Ketua Kloter 46 Haji Tuban, Abdul Ghofar, kepada suarabanyuurip.com, melalui selulernya, Selasa (13/9/2016).

Meskipun sudah ditangani tim medis korban sudah tidak tertolong. Dari catatan medis di tanah suci, selama menjalankan ibadah rukun islam kelima korban hanya sakit pilek. Tidak ada penyakit serius, sehingga meninggalnya disinyalir usia senja.

Kabag Humas dan Media Pemda Tuban, Teguh Setyabudi, membenarkan peristiwa duka yang menimpa salah satu jamaah haji Tuban itu. Ketika menerima informasi ini, pihaknya langsung menghubungi keluarga jamaah untuk mendoakannya.

Saat ini jenazah sudah diurus oleh pihak Mahtab di Mina. Sekaligus tim kesehatan sudah membuat sertifikat kematiannya, sebagai dasar untuk pemakaman almarhum di Makkah.

Baca Juga :   Kedungtuban Jadi Rujukan Perekaman E-KTP

“Kita sepakat jenazah langsung dimakamkan di tanah suci,” sambungnya.

Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com, saat dicek di kantor Kemenag Tuban belum ada laporan resmi dari tim Makkah. Pihak keluarga jamaah haji juga belum ada yang datang ke kantor, untuk sekedar menanyakan kabar kematian satu jamaah haji kloter 46.

Diberitakan sebelumnya, jumlah CJH kloter 46 ada 346 orang, sedangkan kloter 47 ada 443 orang. Kedua kloter ini secara berurutan berangkat dari Pendapa Krida Manunggal tanggal 26 dan 27 Agustus 2016. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *