SuaraBanyuurip.com –Â Ahmad Sampurno
Blora – Saldi, tokoh masyarakat Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencurigai oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Ngraho menggelapkan dana dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah dicairkan pada tanggal 26 Agustus lalu oleh pemegang kartu.
“Total ada 33 anak,” kata Saldi tokoh masyarakat Ngraho, kepada Suarabanyuurip.com.
Seharusnya, menurut dia, uang tersebut sudah diberikan kepada masing-masing siswa setelah dana dicairkannya. “Tapi ini tidak. Ternyata disimpan oleh kepala sekolah dan ditunda untuk pemberikannya kepada siswa,” jelas priya yang mempuinyai tubuh berisi ini.
Langkah oknum kepala sekolah tersebut dianggapnya sebagai tindakan penggelapan. “Karena disimpan sehari saja itu sudah bisa dikatakan penggelapan,” ujar dia.
Padahal, menurut Saldi, yang seharusnya mencairkan dana KIP itu adalah siswa melalui Bank yang ditunjuk. Namun, pihak sekolah mendampingi siswa dalam pencairan dana.
“Yang kemudian dana tersebut dibawa oleh pihak sekolah. Saya telah mendatangi sekolah. Tapi katanya terbentur hari libur. Jelas ini hanya alasan, karena pencairan tersebut pada tanggal 26 Agustus,” katanya.
Lasini, Kepala SDN 3 Ngraho, sempat beberapa kali dihubungi wartawan melalui ponselnya lebih dari 5 kali pangilan. Namun tidak mengangagkat. Sempat diangkat, namun sekedar memperkenalkan diri, dan kemudian buru-buru menutup poselnya.
“Maaf, Mas. Saya sedang di kantor,” katanya singkat kemudian mematikan poselnya.
Saat dikonfirmasi perihal dana KIP melalui pesan singkat, pihaknya hanya menjawab singkat. “Maaf KIP akan segera dibagikan. Tadi sudah matur Ka. UPTD. Karena hari senin kemarin libur,” ucapnya melalui pesan singkat.
Sementara, Sofaat, kepala UPTD TK/SD Kecamatan Kedungtuban, menyatakan, jika dirinya tidak tahu menahu soal KIP.
“Saya kurang tahu dengan adanya KIP. Berapa jumlah penerimanya, saya juga belum tahu. Terlebih mekanisme pencairan dananya. Karena UPTD tidak pernah diberi tembusan,” katanya.
Namun, dirinya tidak memungkiri jika beberapa sekolah ada siswa yang mendapatkan KIP. (Ams)