SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset IV Field Cepu, melayangkan surat peringatan kepada dua paguyuban pengelola sumur tua di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Surat peringatan karena keduanya tidak mencapai target dalam penyetoran minyak,” tegas Field Manager Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Agus Amperiyanto, saat dihubungi suarabanyuurip.com, Selasa (20/9/2016).
Padahal, sesuai kontrak kedua paguyuban seharusnya menyetorkan minyak ke Pertamina EP sebesar 1000 barel per hari (bph), namun kenyataannya selama ini hanya sekira 250 Bph saja.
“Masih ada 750 Bph yang tidak disetorkan kepada kita. Hal ini menyebabkan kerugian negara,” tandasnya.
Apabila dalam pekan depan paguyuban masih tidak bisa menyetorkan minyak mentah sesuai target, maka Pertamina EP Asset IV akan melayangkan surat peringatan untuk ketiga kali.
“Jika masih tidak sesuai lagi, maka konsekuensinya adalah pemutusan kontrak,” tegas Agus.
Seperti diketahui, saat ini di Kecamatan Kedewan dan Malo, terdapat 722 titik sumur minyak tradisional baik sumur minyak tua maupun hasil pengeboran baru.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Monocolo maupun Wonomulyo masih berusaha dikonfirmasi mengenai hal ini. Belum ada jawaban dari pesan pendek yang dikirimkan suarabanyuurip.com.(Rien)