Ceceran Minyak Disinyalir Oli Nelayan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Beredarnya kabar adanya ceceran minyak di laut utara Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada hari Selasa (20/9) kemarin disinyalir kuat berasal dari oli tumpah milik nelayan. Informasi awal oli bekas bercampur gumpalan kerak tersebut, dari perahu/kapal nelayan Desa Sedayu, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Keterangan awal dari warga kalau oli bekas nelayan Brondong dibuang ke laut,” kata salah seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Palang, Kabupaten Tuban, Heri, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (22/9/2016).

Tepatnya hari Selasa (21/9) lalu sekitar pukul 15:00 WIB, Polsek Palang menerima informasi bahwasanya ada nelayan yang melaporkan ada ceceran oli di perairan Desa Labuhan, Kecamatan Brondong. Berhubung saat itu cuaca angin ke arah barat, akhirnya menyebar hingga mendekati Floating Storage Offloading (FSO) Gagak Rimang dan Cinta Natomas.

“Saat ini informasinya ceceran oli sudah menyebar di Pantai Boom Desa Sendangharjo, Kecamatan Tuban maupun Terminal Kambang Putih Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu,” imbuhnya.

Baca Juga :   Komitmen Pertamina EP Hijaukan Lingkungan

Untuk memastikan informasi ini, pihaknya masih mengecek ke lokasi sekaligus berkordinasi dengan beberapa pihak yang berwenang.

Diberitakan sebelumnya, kabar awal tercecernya minyak mentah bersumber dari Camat Palang, Sugeng Winoto. Pihaknya menerima laporan dari nelayan adanya ceceran minyak mentah berada sekitar 1,5 mil dari bibir pantai Desa Karangagung, Kecamatan Palang. Minyak dikabarkan telah meluas sekitar 1 kilometer dan memanjang sampai 5 kilometer.

Menyikapi hal ini, Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), maupun operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) serentak menyatakan kalau tidak ada kebocoran pipa minyak miliknya menuju Floating Storage Offloading (FSO) di laut utara Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Keyakinan tersebut berdasar pada normalnya jumlah produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas) saat ini. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *