Poros ATW ke J-TB Lumpuh

jembatan ngasem rusak

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Rusaknya Jembatan poros penghubung antara lokasi migas Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu di Desa Ngasem ke lokasi proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur membuat arus Lalu-lintas (Lalin) setempat lumpuh. Akses tersebut juga sebagai poros Desa Ngasem, Desa Ngadiluwih ke Desa Bandungrejo pun sebaliknya.

Dari pantauan menyebut, hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melewatinya. Karena kondisi sebagaian gladak Jembatan berukuran sekira 12 x 3,5 meter ini putus. Sehingga membuat tengah jembatan berlubang, dan kendaraan roda empat tak bisa melewati seperti biasanya. Sebagai tanda, warga memasang ranting kayu jati ditempat yang lubang, dan memberikan batu ditepi jembatan.

Warga Dusun Sendanggerong, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Supriono, menyayangkan, belum adanya perhatian serius baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro maupun operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan operator proyek Unitisasi Lapangan Gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk membangun rusaknya jembatan tersebut.

Baca Juga :   Warga JTB Banyak Belajar dari Banyuurip

Akibatnya membuat terganggunya arus Lalin, dan bahkan melumpuhkan perekonomian warga sekitar. Karena warga yang biasanya lancar baik ke sawah maupun berjualan ke pasar menggunakan mobil sekarang tidak bisa lagi.

“Beberapa bulan lalu sudah rusak dan diperbaiki ringan secara swadaya oleh warga. Karena perbaikannya ringan dan yang melewati itu juga kendaraan roda empat maklum kalau sekarang kembali rusak parah,” kata Supriono, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (23/09/2016).

“Kasihan bagi warga yang tidak tau harus balik lagi dengan memutar kendaraan di tempat yang sulit. Selain warga sekitar, juga kendaraan proyek Unitisasi Gas J-TB, dan kendaraan perusahaan menuju lokasi ATW juga sering melewati, Mas,” ungkapnya.

Dia berharap, pihak terkait untuk segera membangunnya. Sehinga dapat memperlancar arus Lalin seperti biasanya. Selain itu dengan Jembatan dan jalan yang bagus dapat pula meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Kemarin malam baru gladak jembatan yang berserakan, mungkin pagi tadi jebolnya. Untuk ukuran jembatan kurang lebih 12 x 3,5 meter. Semoga saja segera ada perhatian baik dari pemerintah maupun operator proyek J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu,” pungkasnya. (sam)

Baca Juga :   Tunggu Kepastian Masuk Kerja di EPC -1

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *