SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) di Kabupaten Bojonegoro Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) telah mengumumkan pemenang tender pengadaan rekayasa dan konstruksi (engineering, procurement, and construction) fasilitas pengolahan gas J-TB.
Public and Government Affairs (PGA) Spesialist PEPC) Abdul Malik, mengatakan, dua konsorsium yakni PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Japan Gas Corporation (JGC) direkomendasikan oleh panitia lelang memenangi tender proyek pembangunan fasilitas pengolahan gas J-TB.
Pada nomor urut berikutnya adalah konsorsium PT Wijaya Karya dan PT Chiyoda International Indonesia.
“Dari pengumunan yang disampaikan masih ada selang waktu dua hari untuk melayangkan keberatan. Sehingga kemungkinan berubah masih ada,” kata Abdul Malik, Kamis (29/9/2016).
Mengenai proses lelang yang berjalan, PEPC telah menjalankan sesuai aturan. Mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Selain itu proses lelang juga telah berjalan cukup panjang. Sedangkan kegiatan proyek harus tetap berjalan.
“Jika salah satu peserta lelang hendak melayangkan keberatan, ada jeda waktu dua hari usai pengumuman. Dan semua itu tetap harus mengacu aturan yang berlaku,” ujar Abdul Malik.
Sesuai rencana, PEPC selaku operator proyek pengembangan lapangan gas bumi J-TB di Kecamatan Ngasem, Tambakrejo, dan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berencana akan mengebor enam sumur pada masa produksi awal.
Lapangan J-TB ditargetkan mulai produksi sebesar 227 juta kaki kubik gas bumi per hari pada kuartal pertama 2019 dan mencapai puncak produksi sebesar 315 MMSCFD pada 2020. Sedangkan, cadangan gas bumi lapangan J-TB diperkirakan mencapai 12 juta kaki kubik. (Rien)