SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Â Bahan bakar jenis premium mulai langka di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sejumlah SPBU di wilayah setempat mulai tidak menyediakan premium, dan menggantinya dengan pertalite yang memiliki RON 90 yang harganya masih mendapat subsidi pemerintah.
Pantauan suarabanyuurip.com beberapa SPBU di seputaran kota sama sekali sudah tidak menyediakan Premium. Kemudian SPBU di Kecamatan Padangan.
Namun begitu masih ada SPBU yang menyediakan premium, akan tetapi khusus melayani sepeda motor.
Kondisi ini membuat masyarakat yang ingin memilih premium terpaksa harus membeli pertamax ataupun pertalite. Padahal masih banyak warga yang memilih premium karena harganya lebih murah, dibandingkan Pertalite.
Saat ini, harga premium sebesar Rp 6.550 per liter. Sedangkan Pertalite harganya Rp 6.900 dan Pertamax harganya mencapai Rp 7.350 per liter.
“Tadinya mau beli premium, tapi tidak ada. Jadi terpaksa beli pertalite. Mau cari ke tempat lain tangkinya udah hampir kosong,” ujar Faizin, warga Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kamis (29/9/2016).
Pemuda 26 tahun ini mengaku memilih premium karena harganya lebih murah dibandingkan pertalite. Meskipun menggunakan pertalite lebih bagus di mesin.
“Kalau adanya pertalite ya sudah, lagipula untuk mesin juga bagus ,” ujarnya.
Salah satu pegawai SPBU di Bojonegoro mengaku tidak adanya bensin atau premium di SPBU kemungkinan disengaja oleh pengusaha
“Kalau dari Pertamina-nya ada, mungkin tidak minta,” kata pegawai yang enggan menyebutkan namanya.
Meski Pertalite lebih mahal dibandingkan Premium, akan tetapi Pertalite lebih unggul dibanding premium yakni bisa membuat mesin lebih awet.(rien)