SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Kontraktor proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) 1, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra, mengaku belum mendapatkan informasi secara resmi mengenai adanya peningkatan produksi dari 165 ribu barel per hari (Bph) menjadi 200 ribu bph.
“Kami belum mendapat pemberitahuan secara resmi terkait peningkatan produksi di Blok Cepu,” ujar Leonardus Herwindo, Direktur HCCS, PT Tripatra, saat acara perpisahan di salah satu rumah makan di Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (29/92016).
Seperti diketahui, rencana kenaikan produksi Lapangan Banyu Urip yang melebihi 185.000 bph akan menggugurkan garansi kontraktor EPC 1. Dimana dalam kontrak perjanjian kontraktor EPC 1 akan memberikan jaminan selama dua tahun bahwa fasilitas produksi utama (CPF) dapat berproduksi 165.000 bph.
“Selama belum ada pemberitahuan, garansi tetap berjalan,” tukasnya.
Disinggung langkah yang diambil jika produksi ditingkatkan, Leo, sapaan akrabnya masih belum bisa memberikan jawaban. Karena, apabila ada peningkatan, maka akan ada perubahan desain pada fasilitas produksi.
“Belum tahu ya,” pungkasnya.(Rien)