SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina Gas (Pertagas) belum melakukan verifikasi lahan warga di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang akan digunakan penanaman pipa gas dari Gresik ke Semarang (Gresem).
Berbeda dengan di Kecamatan Kedungtuban yang telah dilakukan verifikasi, namun Pertagas belum melakukan pembayaran ganti untung kepada warga setempat atas lahan yang akan digunakan.
“Informasi terakhir yang saya terima, belum ada verifikasi lahan. Apalagi pembayaran, dan ploting lahan yang akan digunakan juga belum dilakuan,” ungkap Camat Cepu, Mei Naryono, Jum’at (30/9/2016).
Camat Kedungtuban, Dasiran, menyatakan, jika di wilayahnya baru sebatas pengukuran lahan warga. “Belum ada tindak lanjut terkait pembayaran kompensasi kepada warga,” katanya.
Menurutnya, nominal yang akan dibayarkan juga belum muncul. Pertagas, lanjut dia, akan melakukan sosialisasi kembali saat kegiatan akan dimulai.
“Nanti akan ada informasi ketika ada pembayaran,” jelasnya.
Pihaknya berharap, dengan adanya proyek tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat serta bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, informasi yang dia terima bahwa gas yang mengalir dari Gresik ke Semarang tersebut juga akan dialirkan ke rumah-rumah warga.
Sementara Humas Pertagas, Anies Maftuhin, enggan berkomentar banyak mengenai hal itu. “Kami sedang konsentrasi di wilayah timur,” ungkapnya melalui pesan singkat yang dikirim kepada suarabanyuurip.com. (Ams)