SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Buruknya cuaca yang melanda Kabupaten Tuban, Jawa Timur pekan ini membuat satu tower pemancar di Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan ambruk diterjang angin sekitar pukul 13:20 WIB. Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, dan tidak ada satupun rumah warga yang rusak.
“Tadi siang mulai pukul 12:00-14:00 WIB hujan lebat disertai angin kencang,” kata petugas pemantau tower Ngandong, Sumani, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (1/10/2016).
Di tengah guyuran hujan secara tiba-tiba bagian tengah tower setinggi 30 meter itu ambruk, beruntung robohnya mengarah barat laut yang tidak ada rumah.
“Andaikan ambruknya ke barat ataupun utara, pasti kerugiannya lebih besar,†ucapnya.
Beberapa waktu lalu pihaknya telah memberitahu bahwa ada dua tali penahan tower yang sudah putus. Akan tetapi, hingga robohnya pemancar belum ada respon dari pihak yang berwenang.
“Sejak lama ada dua tali yang putus,” imbuhnya.
Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, membenarkan bahwasanya ada satu tower milik Pemda di Ngandong yang ambruk. Saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah ke lokasi, bersama tim teknis dari Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Pradya Suara Tuban.
“Nihil kerugian rumah maupun korban jiwa,” sambungnya.
Joko mensinyalir buruknya cuaca selama sepekan terakhir memicu robohnya tower. Sebagai langkah antisipasi pihaknya menghimbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai masa transisi musim hujan.
Sebagai dampak atas insiden ini, setidaknya ada tiga instansi yang terputus komunikasinya. Pertama Radio Pradya Suara, BPBD, dan Disdukcapil Tuban.
Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com, struktur tower di Ngandong konstruksinya berbeda dengan di dataran rendah. Tower yang ambruk diameternya mulai bawah hingga ujung atas sama. Selain dimanfaatkan sebagai pemancar radio, di lokasi setempat juga banyak tower televisi. (Aim)