Pendapatan Rumah Kost dan Hotel Blora Menurun

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pendapatan rumah kost dan hotel cenderung menurun, seiring dengan berkurangnya tenaga kerja sektor minyak dan gas bumi (Migas) yang menginap. Utamanya dari tenaga kerja Migas  yang bekerja di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur.

“Hotel sekarang sedang lesu, karena pendapatannya berkurang. Ini terjadi semenjak ada kebijakan Suyoto, Bupati Bojonegoro. Yang mengharuskan tenaga kerja yang bekerja di Bojonegoro menginap di Bojonegoro,” kata Arif Sustiyanto, Kepala UPT Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Blora wilayah Cepu, kepada suarabanyuurip.com.

Arif menjelaskan, meskipun obyek pajak bertambah sebesar 3 persen, namun pendapatan mereka cenderung berkurang. “Kebijakan dari Bojonegoro memang terkesan diskriminatif,” kata dia.

Pihaknya, sangat menyayangkan sikap tersebut. Bahkan, dari pengakuan pekerja salah satu hotel pada Agustus lalu, pernah didatangi dari ganbungan petugas berseragam dari Bojonegoro untuk memeriksa penghuni hotel. ‪Setelah memeriksa daftar penghuni, lanjut dia, dari 23 penghuni hotel, 13 diantaranya seketika itu langsung dicabut untuk dibawa ke Bojonegoro.

Baca Juga :   Drilling Tapen-02 Masuk Run II Logging

“Dari 23 itu hanya disisakan 10 saja,” ungkap Arif.

Menurutnya, petugas yang mengaku dari Bojonegoro itu seharusnya permisi dulu dengan pemerintah setempat sebelum melangkah. “Ada mekanisme yang harus dilalui, tidak langsung melakukan pengecekan seperti itu,” pungkasnya. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *