"Itu Tidak Terjadi Jika Delapan Wajib TNI Diterapkan"

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo mengaku prihatin atas tindak kekerasan yang dilakukan oknum TNI Yonif 501 Rider Madiun, Jawa Timur, terhadap wartawan NetTV, Soni Misdananto, yang sedang melakukan tugas jurnalistik.

“Atas nama lembaga kami turut prihatin. Proses kasus ini akan terus berlanjut,” kata dia pada syukuran dan ngopi bareng dalam rangka peringatan HUT 71 TNI di Aula Cokroaminoto Makodim 0813 Bojonegoro, Rabu (5/10/2016) malam.

Saat ini TNI tengah melakukan reformasi diinternal untuk mengembalikan dan menumbuhkan kepercayaan publik.

“Peristiwa ini menjadi bahan bagi kami untuk intropeksi agar lebih baik kedepannya dalam membangun hubungan dengan semua pihak,” tegas Herry.  

Senada disampaikan Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) Bojonegoro, Letkol Purnawirawan Sukardji. Menurutnya tindak kekerasan oleh TNI ini seharusnya tidak terjadi jika semua parjurit menerapkan delapan wajib TNI.

“Karena delapan wajib TNI ini merupakan rambu-rambu dan pegangan bagi semua prajurit,” tegas Sukardji.

Baca Juga :   Akan Datangkan BPN Untuk Ukur Ulang

Delapan wajib TNI itu adalah bersikap ramah tamah kepada masyarakat, sopan santun, menjunjung tinggi kehormatan wanita, menjaga kehormatan diri di muka umum, senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaan, tidak sekali- kali merugikan rakyat, tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti rakyat, serta menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

“Meski kami tidak lagi aktif, tapi setiap kali melihat berita buruk tentang TNI seperti menganiaya rakyat, hati kami sakit. Walaupun raga kami sudah di luar garis, tapi hati kami masih tetap di dalam,” kata Sukardji.

Peringatan HUT ke 71 TNI yang dilaksanakan Kodim 0813 ini berlangsung sederhana. Meski demikian tidak menghilangkan esensi dari peringatan tersebut.

Selain anggota Pepabri, tampak hadir sejumlah tokoh Bojonegoro seperti Mundzar Fahman, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jauhari Hasan, Ketua Paguyuban Umat Bergama (PUB), Alamul Huda, KetuaPersatuan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI), Moch Subeki, dan sejumlah tokoh politik.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *