Petani Kacang Hijau Merugi

kedelai lamongan

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Mulai meningkatnya intensitas hujan di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menyebabkan jeleknya kualitas tanaman palawija jenis kacang hijau pada tahun ini. Imbasnya petani harus merugi puluhan juta, karena jatuhnya harga kacang hijau.

Dibeberapa wilayah Lamongan sebagian petani mulai panen kacang hijau. Sayangnya kualitas panenan merosot tajam dibanding tahun sebelumnya. Karena terus diguyur hujan, sehingga membuat butir buah kacang hijau terlihat keruh tidak hijau cerah. Selain itu kandungan air pada buah juga cukup tinggi.

“Buruknya kualitas kacang hijau berdampak pada rendahnya harga. Panen kali ini petani kacang hijau mengalami rugi besar,” kata petani asal Desa Pangean, Kecamatan Maduran Rustam, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (6/10/2016).

Padahal jika cuaca normal, Bulan September-Oktober masih musim kemarau dimana cuaca cukup cerah dan masanya panen raya kacang hijau dan kedelai. Namun saat ini justru hujan tiap hari turun akibat cuaca yang tidak menentu.

Jika kondisi normal, harga kacang hijau bisa mencapai Rp14 ribu perkilogram. Namun saat ini harga kacang hijau terjun bebas, yaitu Rp9 ribu perkilogram.

Baca Juga :   Jembatan Glendeng Dibuka Kembali, Khusus Roda Dua

Padahal untuk setiap panen, petani harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk upah tenaga kerja. Untuk lahan per 100 Ru (1 hektar = 700 Ru)  harus mengeluarkan ongkos Rp500 ribu perhari. Untuk per 100 Ru bisa dipanen 150 kilogram atau 1,5 kwintal kacang hijau.

“Untuk sawah seratus Ru panenan dapat uang Rp1.350.000 dipotong ongkos tenaga kerja Rp500 ribu perhari. Belum biaya tanam, obat, pupuk dan sebagainya. Kalau dikalkulasi petani benar-benar merugi,” keluh petani asal Desa Porodeso, Kecamatan Sekaran Basuki.

Saat panen petani harus langsung menjual ke bakul atau tengkulak untuk menutupi biaya membayar tenaga kerja dan kebutuhan selama menanam dan merawat kacang hijau. Selain itu jika terlalu lama ditimbun, kacang hijau akan ditumbuhi jamur dan membusuk.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *