SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kian mengkhawatirkan. Selain mengalami peningkatan sejak lima tahun terakhir, penyakit mematikan itu kini menyerang anak usia 0-4 tahun.
Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bojonegoro, Jhony Nur Harianto mengungkapkan, adanya penderita balita ini di duga orang tuanya terinveksi virus HIV/IADS sehingga menular ke anaknya.
“Penyakit ini selain menular dari hubungan seksual, juga karena faktor keturunan,†kata Jhony.
Di Bojonegoro ada dua balita yang terinfeksi HIV/AIDS. Sedangkan kasus terbanyak diderita oleh kelompok usia antara 40-44 tahun sejumlah 24 kasus, dengan rincian 7 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Urutan kedua adalah usia 30-34 tahun dengan jumlah penderita 18 kasus dengan rincian laki-laki 12 orang dan perempuan ada 6 orang.
Jumlah kelompok usia penderita HIV/AIDS urutan ketiga usia 55-59 tahun sebanyak 17 kasus dengan rincian 6 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Keempat usia 35-39 tahun, dengan jumlah penderita sebanyak 15 kasus dengan rincian 11 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.
Pada bulan Juni 2016 kasus terbanyak berada di Kecamatan Kapas. Penderita HIV/AIDS di Kecamatan Kapas pada bulan Juni 2016 ini sebanyak 18 kasus, dengan rincian penderita laki-laki ada 13 orang dan perempuan ada 5 orang.
Sedangkan untuk usia 0-4 tahun sebanyak 2 penderita, usia 20-29 tahun ada 4 penderita, usia 30-39 tahun ada 5 penderita dan usia 40-54 tahun ada 7 orang.
“Sebagian besar penderitanya dari ibu rumah tangga, selain itu buruh kasar, dan wiraswasta sisanya ada PNS, Karyawan dan Sopir, TNI/Polri dan Pelaut,” pungkas Jhony.(rien)