Anggap Sebagai Kado Menyakitkan

Sertijab Tarkun cepu

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Ditempatkannya Tarkun sebagai Lurah Cepu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dianggap sebagai kado yang menyakitkan dari Bupati Blora, Djoko Nugroho. Hal itu diungkapkan oleh Sugiyanto, Ketua Rukun Warga (RW) Kelurahan Cepu, saat meninggalkan ruang serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Kelurahan Cepu sebelum acara yang digelar di gedung pertemuan setempat selesai, Senin (10/10/2016).

“Saya tetap keluar. Biarkan pengurus lain menghormati Pak Edy (Kepala Keluarahan Cepu lama, Edy Purnomo),” ujarnya.

Dia menganggap, dengan track record yang kurang bagus. Tarkun tidak layak untuk memimpin Cepu.

“Cepu adalah barometernya Kabupaten Blora. Seharusnya diberi pemimpin yang sesuai dengan masyarakat Cepu,” ungkapnya, sembari berlalu meninggalkan ruang sertijab.

Sintong, perwakilan pengurus RT/RW, dalam sambutannya mengatakan, bahwa dirinya telah mendengar kabar yang kurang bagus atas diri Tarkun. Untuk itu, lanjut dia, jangan bersikap macam-macam di Kelurahan Cepu.

“Biarkan Cepu berjalan sesuai dengan kondisi yang ada saat ini. Karena Cepu gudangnya orang kritis,” ungkapnya.

Baca Juga :   Partai Politik Jangan Gaduh

Pihaknya juga berharap tidak ada Pemerintahan yang otoriter di kelurahan Cepu. “Cepu adalah barometernya Blora. Jika Cepu jelek, maka Kabupaten Blora juga jelek,” tuturnya.

Sementara, Tarkun, mengungkapkan, hanya melaksanakan tugas. Dalam tugasnya yang baru dia emban itu, untuk mencari keluarga.

“Dalam menjalankan tugas ini, saya mencari seduluran. Jika saya bengkok dalam melaksanakan tugas, mohon diluruskan,” ungkapnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *