SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Rencana pembangunan kilang mini oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) menjadi perhatian khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Wakil rakyat di bumi Angling Dharma -sebutan lain Bojonegoro- itu melakukan kunjungan ke lokasi kilang mini milik PT Tri Wahana Universal (TWU) di Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Jumat (14/10/2016).
Kunjungan dilakukan perwakilan anggota Komisi A dan Komisi D, serta perwakilan Kamar Dagang Industri (Kadin) Bojonegoro. Mereka disambut oleh Chief Executive Officer (CEO) PT TWU, Rudy Tavinos, serta tim manajemen TWU.
“Kimi ingin belajar dari TWU, mulai dari bagaimana regulasinya, berapa investasinya, dan pengelolaannya sebelum BUMD membangun kilang minyak mini,” ujar Doni Bayu Setiawan, Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro.
Sebelum menjelaskan panjang lebar, pada kesempatan tersebut Rudy Tavinos mengucapkan terima kasih kepada perwakilan DPRD Bojonegoro yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke kantor TWU.
Menurut Rudy, selain alokasi minyak dan cost (biaya), untuk membangun sebuah kilang mini yang perlu disiapkan adalah kapasitas orangnya.
“Itu tidak dapat dipisahkan. Karena SDM sangat menentukan dalam keberlanjutan pengelolaan kilang,” tegas Rudy.
Usai berdiskusi, Rudy didampingi manajemen TWU, mengajak perwakilan yang terdiri dari beberapa orang melihat langsung fasilitas pengolahan minyak mentah.
Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan kilang mini oleh BBS ini setelah Bojonegoro memperoleh alokasi minyak mentah sebesar 10 ribu barel per hari (bph) dari pemerintah pusat.
Rencana pembangunan kilang mini akan dilakukan BBS dengan PT. Tiera Energi Perkasa. Konsepnya, BUMD menyediakan lahannya, dan PT Tiera membangun fasiltas pengolahannya.(rien)