SuaraBanyuurip.com –Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Meski tidak mengakibatkan banjir besar, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tetap mewaspadai ancaman banjir bandang dari luapan Sungai Bengawan Solo akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir bandang dari Sungai Bengawan Solo maupun anak sungainya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD, Andik Sudjarwo, Sabtu (15/10/2016).
Meskipun ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro stabil, akan tetapi apabila curah hujan tinggi bisa mengakibatkan volume sungai menjadi penuh dan meluap.
“Kami minta masyarakat yang berada di dekat sungai meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman banjir bandang,” tegasnya.
Sejumlah anak sungai yang rawan menimbulkan banjir bandang, diantaranya Kali (sungai) Temayang yang melintas di Kecamatan Temayang, Kali Semar Mendhem di Kecamatan Baureno, dan Kali Kening di Tuban.
Sesuai pemetaan BPBD menyebutkan ada 36 desa yang rawan dilanda banjir bandang yang lokasinya di Kecamatan Kecamatan Temayang, Tambakrejo, Kepohbaru, Kedewan, Kanor, Gondang, Kasiman, Baureno, Malo, Sekar dan Dander.
“Daerah selatan Bojonegoro seperti di Kecamatan Temayang, paling rawan dilanda banjir bandang,” pungkasnya. (Rien)