SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tuban, Jawa Timur memastikan delapan tanda pelampung atau rambu-rambu keamanan sekitar Floating Storage Offloading (FSO) Gagak Rimang telah terpasang.
Program dari Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tersebut, disambut positif oleh nelayan setempat.
“Nelayan Tuban sangat berterimakasih atas bantuan pelampung sehingga lebih berhati-hati,” kata Ketua HNSI Tuban, Faisol, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Senin (17/10/2016).
Untuk pemasangannya sendiri, HNSI telah menyelesaikannya pada bulan Agustus 2016 lalu. Sekaligus melibatkan Rukun Nelayan (RN) setempat yang memiliki kepentingan.
Delapan rambu-rambu atau pelampung berhasil di pasang di jarak 500 meter dari FSO. Jarak ini disesuaikan hasil sosialisasi EMCL di Kecamatan Palang dan Tuban beberapa waktu lalu.
“HNSI terus menghimbau nelayan untuk tidak mendekat, dan hanya melaut di ajrak yang aman,” imbuhnya.
Menyikapi hal ini, perwakilan EMCL Ukay Subky, mengapresiasi dedikasi dan kerja keras HNSI Tuban. Sejak tiga tahun terakhir pihaknya terus menyosialisasikan jarak aman nelayan dari FSO.
“Semoga dengan adanya rambu-rambu sekitar FSO dapat meminimalisir kejadian luar biasa,” sambungnya.
Progam dari EMCL ini, sebenarnya atas permintaan nelayan sendiri. Ketika seluruh bahan pelamung telah diberikan, HNSI yang memiliki wewenang penuh untuk memasangnya.
“Pelampung ini kebutuhan nelayan, kami hanya mensuportnya,” tutupnya. (Aim)