SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Karang Taruna (Kartar) Desa Kebonagung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mensinyalir lokalisasi Cangkring yang berdekatan dengan Tapak Sumur (Pad B) Lapangan Mudi, Blok Tuban, kembali menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK). Dugaan tersebut menguat ketika saban jam 10:00 WIB hingga 23:00 WIB, banyak perempuan maupun pria tak dikenal keluar masuk lokasi Cangkring.
“Maraknya perempuan dari luar desa yang masuk Cangkring disinyalir PSK,” kata Ketua Kartar Kebonagung, Arif Syaifudin (23), kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di wilayah setempat, Senin (17/10/2016) kemarin.
Arif menjelaskan, sebelumnya Cangkring hanya sebatas tempat karaoke sekaligus menyediakan minuman toak. Kondisi berubah drastis setelah lebaran Idul Fitri 2016 lalu, banyak mucikari beedatangan. Sekaligus merubah setiap karaoke menyediakan kamar khusus.
Catatan Kartar, Dusun Cangkring dihuni 65 Kepala Keluarga (KK) dan data terbaru ada 30 lebih tempat karaoke yang beroperasi. Maraknya mucikari maupun PSK, diduga kuat datang bersamaan dengan penertiban lokalisasi Gandul beberapa waktu lalu.
“Soal maraknya PSK, kami tidak dapat berbuat apapun, dan berharap petugas yang berwenang untuk segera menertibkan,” pintanya.
Anggota Kartar lainnya, Nur Hadi (48) juga membenarkan hal tersebut. Kini warga setempat sangat resah dan khawatir kembalinya Cangkring menjadi lokalisasi.
“Terlebih banyaknya perempuan yang diduga PSK panggilan dari luar desa bahkan daerah,” sambungnya.
Menurut pengakuan pemilik karaoke Cangkring, dalam sehari semalam satu karaoke mampu menghasilkan laba Rp 10-15 juta. Pendapatan ini naik turun tergantung jumlah pengunjung yang datang. (aim)