Dorong Masyarakat Jaga Ketertiban Cangkring

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Kepolisian Sektor (Polsek) Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur meminta masyarakat turut pro aktif dalam menjaga ketertiban lingkungan. Permintaan ini menyusul adanya dugaan kembali beroperasinya lokalisasi Cangkring di Desa Kebonagung, Rengel.

“Kalau masyarakat ada yang mengetahui laporkan saja ke Mapolsek Rengel atau telepon di nomor pribadi saya,” kata Kapolsek Rengel, AKP Musa Bhaktiar, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Selasa (18/10/2016).

Sudah dua pekan terakhir, AKP Musa bersama anggotanya menggelar razia rutin di Cangkring. Akan tetapi, tak satupun mucikari maupun Pekerja Seks Komersial (PSK) ditemukan.

Selama ini pihaknya juga kerap memberikan sosialialisasi maupun penyuluhan ke pemilik karaoke setempat. Supaya aktifitas karaoke di Cangkring sewajarnya, tanpa melibatkan jasa PSK.

“Kalau pemandu lagu ada tapi kami tidak pernah menemukan barang bukti apapun yang menjurus ke prostitusi,” imbuhnya.

Data yang dihimpun Polsek Rengel dari 65 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni Cangkring, ada 30 tempat karaoke yang beroperasi. Semuanya hanya menyediakan minuman toak, kalau minuman bir biasanya pengunjung membawa dari luar sendiri.

Baca Juga :   Korban Pesawat Jatuh di Blora Bernama Allan Safitra Indra Wahyudi

Mengantisipasi kembalinya PSK di Cangkring, pihaknya berharap semua stake holder bersinergi. Apabila menemukan atau mengetahui praktik prostitusi, langsung laporkan siapapun itu.

“Sulit mengungkap prostitusi kalau tidak ada sinergi,” tambahnya.

Sementara, Camat Rengel, Mahmudi, belum mengetahui kebenaran soal informasi tersebut. Untuk membuktikan kebenarannya, pihaknya akan melakukan survei ke lokasi.

“Coba saya cek dulu tapi biasanya kalau ada PSK itu bawaan orang, dan tidak menetap di Cangkring,” sambungnya.

Kepala Desa Kebonagung, Sulistiyowati, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkatnya sekira pukul 12:00 WIB, tak kunjung ada balasan.

Informasi sebelumnya, Ketua Karang Taruna (Kartar) Kebonagung, Arif Syaifudin, menduga banyak mucikari maupun PSK luar Tuban yang keluar masuk wilayah setempat.

Praktik prostitusi Cangkring biasanya terjadi pukul 11:00 WIB, hingga pukul 23:00 WIB. PSK panggilan dari luar Tuban baru datang ketika ada pelanggan, dan disinyalir ketika sudah berhubungan intim langsung meninggalkan lokasi. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *