Lahan Bekas GOSP Blok Cepu Diserahterimkan

Serahtrima restorasi gosp

SuaraBanyuurip.com - Edy Supra Eko

Bojonegoro – Operator Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dan kontraktornya PT Petronesia Benimel menyerahterimakan bekas Gas Oil Separation Plant (GOSP) Banyuurip kepada Badan Usaha Milik Daerah Bojonegoro (BUMD), Jawa Timur, PT. Bojonegoro Bangun Sarana, Selasa (18/10/2016).

Serahterima ini disaksikan empat desa yang menjadi wilayah operasi GOSP yakni Desa Gayam, Brabowan, Begadon, dan Desa Ringintunggal, dan Bagian Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro. 

Penyerahterimaan itu dilakukan karena pekerjaan restorasi GOSP yang dilakukan PT Petronesia Benimel sejak bulan Juni telah diselesaikan pada 30 September 2016. GOSP tersebut semula sebagai lokasi fasilitas produksi awal Banyuurip. 

Acara yang diselenggarakan di lokasi bekas GOSP tersebut dihadiri oleh EMCL, PT Petronesia Benimel, Dinas pertanian (Disperta), Camat Gayam, Hartono, Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, Kades Brabowan Sukiran, Kades Ringintunggal, Pandil, Kades Begadon, Pardi, Gapoktan dari empat desa, Muspika Gayam, dan Pam Ovit. 

General Affairs PT Petronesia Benimel, Hendri Sofiar, mengatakan, pengerjaan proyek restorasi GOSP dimulai sejak bulan Juni dan diselesaikan pada 30 September 2016. “Pengerjaan selama 120 hari selesai, dan kemudian diserahterimakan kepada ke empat desa, yaitu Desa Gayam, Begadon, Brabowan, dan Ringintunggal ini,” kata Hendri Sofiar, kepada suarabanyuurip.com usai acara serahterima. 

Baca Juga :   PGN Area Bojonegoro Gelar Public Security and Safety Awarness

Selain menyerahterimakan bekas fasilitas produksi awal Banyuurip tersebut, juga memberikan bantuan berupa 4 unit traktor, 3 unit perontok padi, 3 unit pompa air, 3 semprotan hama, dan bibit koro bengok sebanyak 350 kilogram. 

“Luas lahan restorasi GOSP seluas kurang lebih 20 hektar. Alhamdulillah sekarang sudah kembali menjadi menjadi lahan pertanian,” ucapnya. 

“tanaman koro bengok itu dibiarkan selama enam bulan dan tidak bisa dipanen. Karena tujuannya untuk meningkatkan unsure hara tanah,” lanjutnya. 

Wakil Kepala Teknik Tambang EMCL, Teguh Heru Susanto, mengapresisasi dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat dan semua pihak yang telah menyukseskan pengembalian lahan bekas Fasilitas Produksi Awal ini. 

Sekarang, kata Teguh, lahan yang dulu tempat pemrosesan minyak telah kembali menjadi lahan pertanian seperti semula. Kemudian dukungan alat pertanian yang diberikan ini diharapkan bisa membantu kelompok tani yang ada di desa sekitar lahan.

“Kami juga mengapresisasi kontraktor kami yang telah melakukan upaya lebih untuk menjadikan lahan ini baik dan subur dengan melibatkan masyarakat sekitar,” pungkasnya.(edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *