SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Saluran air (Drainase) yang menjadi penyebab terjadinya genangan air di Jalan Ngareng, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, harus dilakukan pembongkaran total untuk menormalkan kembali aliran air.
Selama ini kondisi itu menggnggu penguna jalan yang melintas wilayah tersebut. Terutama mahasiswa Akamigas yang saban hari melintasi jalan itu.
“Tidak heran jika mereka terciprat air genangan. Bahkan kondisi itu bisa membayakan pengguna jalan,†kata Darno (70), penyedia jasa bengkel sepeda, di Jalan Ngareng sering dilalui terangnya, Selasa (18/10/2016).Â
Selain kerap tergenang, di badan jalan juga terdapat lubang besar dengan diameter 1 meter yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Genangan itu paling parah terjadi saat sore hari. Karena banyak orang mandi di tambah aktiviitas laundry.
“Baunya itu makin parah. Seharusnya selokan ini dibongkar total sampai kali,†terang Darno.
Teguh, warga lainnya menyatakan, jika permasalahan di Cepu ini adalah drainase yang tidak berfungsi.
“Untuk itu perlu difungsikannya kembali drainase serta mengatut tonase angkutan. Jika kondisi jalan ingin baik,†ungkapnya.
Sementara, Wirastomo Wisnu, kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum (DPU) wilayah Cepu menyatakan, jika drainase di jalan Ngareng akan dilakukan perbaikan mengikuti tahun anggaran 2017.
Kalau dilakukan tahun ini, lanjut Wisnu, anggaran tidak mencukupi. Dan dikhawatirkan pekerjaan hanya setengah-setengah. “Tahun Depan akan dibongkar total,†tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Jalan Ngareng yang tergenang air tersebut di duga berasal dari kebocoran pipa air milik Pusat Pengambangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu. Kondisi itupun memunculkan keresahan warga, khususnya pengguna jalan. (ams)