SuaraBanyuurip.com – Â Ali Imron
Tuban – Sejak pukul 06:00 WIB halaman Masjid Astana komplek makam Sunan Bonang, di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur sudah dipenuhi rombongan khitan massal. Dari 73 peserta yang hadir beberapa diantaranya menjerit, bahkan menangis menahan sakit usai dikhitan.
“Sakit seperti digigit semut rasanya,” kata salah satu peserta khitan, Andik (12), asal Desa Bhektiharjo, Kecamatan Semanding, kepada suarabanyuurip.com, di lokasi khitan, Kamis (20/10/2016).
Anak yang masih sekolah di Sekolah Menengah Pertaman Negeri (SMPN)-4 Semanding ini mengaku, ikut khitan massal atas anjuran kakaknya. Meski awalnya sakit, dia dapat menahan hingga tidak sampai menangis.
Sementara, salah satu wali Khitan asal Kecamatan Jenu, Ahmad, mengatakan, putranya tidak mampu menahan sakit hingga menangis saat dipotong ujung kulit kemaluannya. Meski putranya menangis, itu membuktikan sebuah keberanian, dan menjalankan anjuran Agama Islam.
“Khitan nangis itu sudah wajar,” sambungnya.
Terpisah, Ketua Panitia Haul Sunan Bonang, Faisol Rozi, menjelaskan, bahwa khitan massal menjadi acara tahunan setiap haul Sunan Bonang digelar. Tahun ini ada 73 perserta dari 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban.
“Jumlahnya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 74 anak,” jelas pria yang menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Tuban.
Sebagai bentuk apresiasi anak yang berani di khitan, panitia memberikan sarung, baju koko, dan peci. Sekaligus memperoleh uang saku dari partisipan di luar panitia haul.
“Kami harapkan setelah dikhitan anak tersebut dapat mewarisi sikap bijak dan arif dari Sunan Bonang,” tutupnya.
Diketahui, haul Sunan Bonang yang memiliki nama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim diperingati setiap Hari Kamis Pon malam Jumat bulan Muharram. Haul ke 507 tahun ini bertepatan dengan tanggal 20 Oktober 2016. (Aim)