BLH Tunggu Perbaikan Dokumen Izin ABP-1

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tuban, Jawa Timur saat ini sedang menunggu perbaikan dokumen izin eksplorasi Sumur Albrotus Putih (ABP-1) dari Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu. Dokumen tersebut diharapkan segera dikirim, supaya perizinan sumur Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Desa Jamprong, Kecamatan Kenduruan segera diterbitkan.

“Kami masih menunggu semoga dokumen izinnya cepat dikirim,” kata Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan (Andal) BLH Tuban, Rizal Amperawanto, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di kantornya, Jumat (21/10/2016).

Dua minggu sebelumnya BLH telah menyurvei lokasi langsung. Ternyata dokumen yang diajukan awal, kurang sesuai dengan kondisi di lapangan. Hasilnya saat pertemuan bersama Bappeda Tuban, Pertamina EP diminta memperbaikinya supaya tidak menimbulkan problem dengan petani setempat.

Rizal mencontohkan salah satu dokumen yang harus diperbaiki, yakni akses jalan menuju lokasi pemboran. Awalnya akses jalan melewati lahan milik Perhutani, karena dinilai proses izinnya lama BLH merekom untuk menggunakan jalur yang efektif.

Baca Juga :   Warga Jelu Ancam Hentikan Pipanisasi Blok Cepu

“Ada dua titik jalan yang izinnya harus diperbaiki, sekaligus membuat drainasenya,” imbuhnya.

Selain itu, BLH juga merekom Pertamina EP untuk membuat drainase luar. Tujuannya untuk mengurangi erosi lahan petani ketika ada hujan lebat. Sesuai peta awal, drainase hanya ada di dalam lokasi, sedangkan drainase yang berbatasan dengan lahan sawah petani belum ada.

“Pertamina EP harus menyelesaikan drainase luar dulu, sebab kemiringan lahan 20 derajat di sekitar lokasi pemboran memicu erosi lahan petani,” jelasnya.

Disinggung soal respon masyarakat setempat, Rizal memastikan aman dengan adanya pengeboran Migas di Desa Jamprong. Peran Muspika Kenduruan penting untuk menjembatani proyek Pemerintah, sekaligus dampak lingkungannya terhadap masyarakat lokal.

Sementara, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, ketika dikonfirmasi belum membalas pesan singkat suarabanyuurip.com soal pengiriman dokumen perizinan ABP-1.

Pada pertemuan sebelumnya, Agus menjelaskan ada 18 item dokumen yang harus diperbaiki termasuk peta, dan jalur menuju lokasi. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   1.316 Personel Ikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Kunjungan Presiden Prabowo di Blok Cepu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *